Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 492 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 610 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 486 | Komentar

Baca


Rastra Tak Layak Konsumsi


CILEGON - Beras Sejahtera *Rastra) yang didapatkan oleh warga Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil melalui bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) ternyata tidak layak konsumsi. Selain itu, Rastra tersebut juga berbau apek.

Warga Lingkungan Warung Juwet, Rukun Tangga (RT) 01/02, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Supriyati mengatakan, eras yang diambil Jumat (4/8) akhir pekan lalu memiliki bau tidak sedap. Bahkan, setelah dimasak tidak bisa dimakan, karena rasanya hambar dan kondisinya buyar. "Tidak bisa dimakan, beras buyar dan rasanya hambar," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Ketika dibuat lontong atau bubur, tambah Supriyati, hasilnya juga sama saja tidak bisa menyatu dan larut. Bahkan, kondisi beras tidak bisa dioplos dengan beras lain yang kualitasnya lebih bagus. "Jika dioplos dengan beras biasa, beras biasa akan menjadi seperti beras Rastra. Dibuat lontong juga tidak bisa menyatu, alias masih buyar, tambahnya.

Supriyati meminta agar Rastra tersebut bisa ditukar dengan kualitas yang lebih baik, sehingga Ia dan keluarga bisa mengkonsumsi beras tersebut. "Kami minta ditukar saja, Beras yang sekarang bau apek dan tidak bisa dimakan," pintanya.

Menurut Supriyati, selain jauh lokasi pengambilannya, dirinya rela mengantri dari pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB. Dengan kualitas beras yang didapat tidak layak konsumsi, Supriyati mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah.

Pembagian Rastara bagi warga disetiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Citangkil, terpusat melalui Ekonomi Warong (E-Warong) Kube PKH Citangkil Sejahtera yang berlokasi di Lingkungan Sumur Watu Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil. "Mengambilnya jauh di Kelurahan Deringo dan antrinya berjam-jam, karena yang mengambil dari tiga kelurahan. Dengan kondisi beras seperti ini kami sangat kecewa terhadap pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, Rena Suryati, seorang ibu rumah tangga juga yang mengeluhkan kondisi Rastara yang lebih parah dari pada Beras Miskin (Raskin). Meskipun warnanya lebih putih dan bersih, namun Raskin masih bisa dikonsumsi dan rasanya masih ada.

"Kualitasnya lebih baik raskin dari pada beras yang sekarang. Meskipun agak bersih, namun setelah dimasak tidak bisa dimakan, rasanya hambar dan nasinya buyar," terang Rena. Rena menginginkan, jika kualitasnya berasnya tidak layak konsumsi. Lebih baik masyarakat diberikan uangnya saja untuk membeli beras sendiri.

Menurutnya, satu kilogram (Kg) harga Rastra ditaksir Rp 8.500, sementara harga diwarung beras yang lumayan bagus mencapai Rp. 10.000 perkilogram. Selisihnya  hanya Rp 1.500. "Daripada rasanya begini (Tidak enak - red), lebih baik masyarakat diberikan uangnya saja untuk membeli sendiri, selisihnya hanya Rp 1.000 sampai Rp 1.500 saja," ungkapnya.

Rena menambahkan, Seharusnya dana non tunai sebesar Rp 200.000 bisa diambil berupa barang sesui dengan kebutuhan. Namun kondisi dilapangan ternyata tidak sesuai dengan apa yangdisampaikan oleh pemerintah. Dana tersebut harus dihabiskan. warga harus mengambil 4 karung beras berisi 5 kilogram dan juga gula 4 kilogram. "Kami harus mengambil dan menghabiskan dana non tunai tersebut.

Alasannya jika tidak diambil beras menumpuk diwarung, dan akan rusak. Padahal menurut proramnya bisa diambil sesuai kebutuhan. Dengan kondisi beras seperti ini juga tidak bisa dikonsumsi dan tidak enak. Sementara kami sudah ambil banyak," tambah Rena.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Abadiah mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Jika masyarakat mendapatkan Rastara yang dinilai tidak layak, bisa dikembalikan dan ditarik oleh Bulog. "Besok (Senin, 7/8), Kami akan berkoordinasi langsung dengan Bulog. Supaya beras bisa ditukar dengan yang lebih baik," katanya (mg-uri)

Beri komentar


Security code
Refresh