Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 219 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 279 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 238 | Komentar

Baca


Rastra Tak Layak Bisa Ditukar



CILEGON – Beras Sejahtera (Rastra) yang ditemukan tidak layak konsumsi dilingkungan Warung Juwet, Rukun Tangga (RT) 01/02,

Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil ternyata bisa langsung ditukar dengan kualitas yang lebih baik. Hal itu terungkap pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon dengan Himpunan Bank Rakyat (Himbara) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai pihak yang berkaitan dengan distribusi Rastra.

Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Cilegon dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai lembaga teknis penukaran diminta bekerjasama dengan baik. "Atas hasil temuan dilapangan serta pengecekan, langsung kami tindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi dengan pihak Himbara, Bulog dan pendamping PKH serta pendamping TKSK," kata Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Abadiah usai memimpin rapat koordinasi diaula kantor Dinsos Kota Cilegon, Senin (7/8).

Diterangkan Abadiah, atas kejadian ditemukannya Rastra tidak layak, dirinya langsung menurunkan tim pendamping untuk langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi yang ada dilapangan. Dari hasil laporan akan disampaikan ke Bulog untuk melakukan penggantian.

"Tim sudah langsung survey, dan info yang diterima sudah melaporkan kepada Bulog. Dalam waktu secepatnya akan diganti," terangnya. Abadiah menjelaskan, Bulog juga sudah bersedia mengganti Rastra tidak layak konsumsi yang sudah beredar dimasyarakat dengan adanya laporan yang akan disampikan oleh tim pendamping PKH dan TKSK kepada Bulog sebagai bahan acuan penggantian Rastra tidak layak.

"Setelah rapat. Intinya Bulog siap mengganti beras yang tidak layak yang beredar dimasyarakat, tehnisnya nanti akan dilakukan oleh pendamping PHK dan TKSK yang berkoordinasi dengan Bulog," jelasnya.
Dalam hal ini, Abadiah berharap, bagi masyarakat yang memperoleh beras tidak layak bisa menghubungi langsung PKH dan TKSK yang ada, sehingga secepatnya bisa melaporkan kondisi tersebut kepada Bulog.

"Bagi masyarakat yang memperoleh beras tidak layak, laporkan saja langsung kepada pendamping PKH dan TKSK ditempatnya masing-masing. Biar mereka melapor ke Bulog. Setelahnya bisa diganti dengan beras yang lebih baik," harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lembaga dan Pemberdayaan Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Ati Srikandiwati menegaskan, beras yang tidak layak konsumsi dapat dilaporkan kepada pendamping TKH dan TKSK untuk ditukar dengan beras yang berkualitas baik. "Warga melapor saja kepada pendamping. Setelah didata bisa dimohonkan penukaran kepada Bulog," tegasnya.

Sementara itu, Tim Pendamping PKH, Abdu Rozak menyampaikan, menurut hasil laporan Rastra tidak layak konsumsi baru ditemukan diwilayah Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil. Untuk wilayah kelurahan lainnya belum ada yang melaporkan. Setelah melakukan survey, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog teknis penggantian Rastra tersebut. "Baru ada temuan di Kelurahan Samangraya dan langsung ditindaklanjuti. Bulog juga sudah siap melakukan penggantian," ucapnya.

Rozak juga menjelaskan bahwa jika warga kembali menerima Rastra yang tidak layak secepatnya melaporkan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya oleh tim pendamping PKH dan TKSK. "Langsung saja lapor. Kami siap memproses dan melaporkan kepada Bulog. Karena jika tidak ada laporan kami tidak bisa meberikan data tertulis kepad Bulog sebagai administrasi," jelasnya.

Rozak menegaskan, teknis penggantian biasanya berlangsung tiga hari setelah dilaporkan oleh tim. "Biasanya proses pergntian tiga hari setelah adanya laporan. Namun kepastian tetap di Bulog. Pihaknya hanya berkewenangan melaporkan saja," tegasnya. (mg-uri)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir