Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 384 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 391 | Komentar

Baca


37.000 Ton Garam Singapura Masuk Banten



CILEGON - Mengatasi persoalan kelangkaan garam konsumsi yang terjadi saat ini, pemerintah melakukan impor garam sebanyak 75 ribu ton dari Australia.

Untuk Banten sendiri, garam impor sudah ada sekitar 37.000 ton yang masuk melalui Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Kecamatan Ciwandan, Kamis (10/8). Manager Operasional dan Usaha Terminal PT Pelindo II Banten, Adi Sugiri mengatakan, pada Agustus ini pihaknya sudah melakukan dua kali bongkar muat garam impor dari Australia.

Dengan rincian, 12 ribu ton awal Agustus dan 25 ribu ton pada Kamis (10/8) ini. "Guna mengatasi persoalan kelangkaan garam konsumsi yang terjadi saat ini, pemerintah melakukan importasi garam. Jadi saat ini ada bongkar kuota impor garam disini," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Adi menjelaskan, pasokan 75 ribu ton dijadwalkan masuk melalui tiga pelabuhan antara lain Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Sumatra, dan salah satunya di Pelabuhan Ciwandan yang tiba pada saat ini. "Hari ini 25 ribu ton. Kemungkinan dengan adanya kuota impor ini, akan adalagi garam yang masuk ke Pelabuhan Pelindo. Apalagi kebutuhannya sekitar 75 ribu ton," jelasnya.

Lebih lanjut, Adi menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI telah memberikan izin impor. Adapun jenis garam yang di impor merupakan garam dengan kadar natrium klorida (NaCl) paling sedikit 97 persen yang digunakan industri garam konsumsi beryodium. "Ini dari PT Garam, perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara-red) yang menangani usaha di bidang pergaraman, dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan baku garam konsumsi," tambahnya.

Sementara itu, General Manager Pelindo II Cabang Banten, Armen Amir mengatakan, saat ini Kapal MV Eco Destiny bermuatan garam impor dari Australia sandar di dermaga 005A Ciwandan untuk bongkar muatan importasi 25 ribu ton garam. "Kapal tersebut sandar pada 9 Agustus 2017 pukul 23.00 WIB dan dijadwalkan selesai bongkarnya selama tiga hari," katanya.

Dalam pelayanan bongkar impor garam itu, Armen menerangkan, pihaknya sudah menyediakan fasilitas dan peralatan milik Pelindo II untuk melayani kapal tersebut, antara lain peralatan bongkar muat Ship Crane 4 unit, Hopper 4 unit, Excavator 4 unit, Wheel Loader 2 unit dan Trucking dari PT Samudera Bintang Usaha sebanyak 88 unit. "Untuk produktivitas kita targetkan 10.560 ton perhari, sehingga dalam tiga hari bongkar muatan garam impor dari kapal itu sudah rampung," terangnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir