Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 471 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


TPS Liar Marak di JLS


CILEGON - Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon ternyata banyak dihiasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Akibatnya, jalan yang menjadi akses industri ke Kecamatan Ciwandan dan akses wisata ke Anyer, Kabupaten Serang itu kondisinya menjadi terlihat kumuh. Berdasarkan pantauan Banten Raya, Senin (21/8), beberapa titik TPS liar berada di JLS. Padahal, di tempat yang dijadikan TPS liar terpasang imbauan larangan membuang sampah sembarangan. Sampah dari dari berbagai jenis seperti plastik bungkus makanan, pakaian bekas dan barang-barang elektronik bekas juga ada di TPS liar yang berada di JLS.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Ujang Iing membenarkan banyaknya TPS liar yang terdapat di ruas JLS Kota Cilegon. Padahal, di beberapa titik di JLS sudah terpasang imbauan larangan membuang sampah sembarang. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan satu kendaraan bak terbuka yang mengangkut sampah di JLS.

"Setiap hari sampah di JLS tetap saja ada," kata Ujang Iing kepada Banten Raya, kemarin. Dijelaskan Ujang Iing, sampah yang berada di sisi JLS Kota Cilegon diyakininya bukan sampah rumah tangga dari warga Kota Cilegon. Sampah tersebut berasal dari pengguna jalan di JLS. Pasalnya, sampah di JLS tersebut didominasi sampah bekas makanan.

"Itu kebanyakan pengguna jalan orang mau wisata ke Anyer buang sampah di situ (JLS -red), apalagi kalau akhir pekan itu banyak sampahnya," jelas Ujang Iing. Ujang Iing menambahkan, pihaknya akan segera membangun satu TPS di JLS, tepatnya di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil. Pihaknya setiap hari juga menerjunkan petugas yang keliling di JLS secara rutin.

Namun, tidak mungkin petugas tersebut menjaga JLS selama 24 jam. Meski kekurangan petugas kebersihan, namun DLH sudah membentuk tim Sapu Bersih (Saber) sampah. "Tim saber sampah itu baru satu regu yang terdiri dari 10 orang. Sementara, mobil sampah untuk tim saber sampah juga hanya satu. Idealnya ada dua regu dan dua mobil," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengurangan Sampah pada DLH Kota Cilegon Nana Sumarna mengatakan, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya dinilai masih kurang, sehingga saat ini pihaknya gencar melakukan penyuluhan-penyuluhan terkait pembuangan sampah kepada masyarakat melalui pemerintah kelurahan.

"Selain itu, kita juga ada pembinaan bank sampah serta pemberian kontainer sampah kepada warga," katanya. Dalam hal ini, Nana meminta kepada warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal tersebut, lantaran tumpukan sampah bisa menjadi sumber penyakit. "Apalagi, di Cilegon kan banyak industri, kalau ada sampah dari bahan-bahan kimia tentu kan membahayakan," ucapnya. (gillang)



Beri komentar


Security code
Refresh