Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 471 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


Permainan Tradisional Meriahkan HUT RI di Kecamatan Cibeber Lestarikan Kebudayaan dan Tradisi


CILEGON - Pemerintah Kecamatan Cibeber memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan berbagai perlombaan permainan tradisional. Dipilihnya permaian tradisional tersebut dalam rangka melestarikan budaya dan tradisi permaianan tradisional yang semakin terkikis dan terlupakan. Camat Cilegon Noviyogi Hermawan mengatakan, tujuan diadakannya perlombaan permainan tradisional adalah bagian dari melestarikan budaya dan tradisi lokal serta menjaga tradisi tersebut. "Tujuannya adalah agar tetap menjaga kebudayaan dan tradisi permainan tradisional ditengah warga yang semakin terkikis. Supaya tradisi yang pernah berkembang bisa tatap terjaga dan lestari," kata kepada Banten Raya, Senin (21/8).

Noviyogi menjelaskan, diera modern seperti ini sudah banyak masyarakat dan anak-anak yang tidak lagi mengenal dan mengetahui berbagai permainan tradisional. Untuk itu, pada momen peringatan hari kemerdekaan, warga dan anak-anak diingatkan kembali tentang tradisi permainan yang pernah ada.

"Permainan tradisional semakin terlupakan, kegiatan ini penting agar warga menyadari. Jangan sampai melupakan tradisi dan kebudayaan, sehingga tradisi dan budaya tidak hilang diera yang serba modern," jelasnya.

Noviyogi menyampaikan, khusus untuk anak-anak, kegiatan yang dilakukan adalah dalam rangka memberikan motivasi dan pengetaahuan tentang berbagai permaianan tradisional. Sehingga permainan tersebut tetap dilestarikan oleh generasi penerus.

"Tradisi permainan anak jaman dulu mesti tetap dilestarikan. Kegiatan ini adalah wujud dari memberikan motivasi kepada anak sebagai generasi penerus untuk tetap menjaga dan melestarikannya," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Perlombaan yang juga merupakan Staf Pemerintah Kecamatan Cibeber, Salman menerangkan, dalam perlombaan tersebut sebanyak 6 permainan tradisional dilombakan dan diikuti oleh seluruh Sekolah Dasar (SD) yang ada diwilayah Kecamatan Cibeber.

"Ada 25 SD berbapatisipasi. Untuk permaianan dilombakan sebanayak 6 permaianan tradisional diantarasa, Das-dasan, engklek, engrang, boy-boyan, gobak sodar" terangnya. Salman menegaskan, pada tahun 2017 perlombaan yang dimainkan lebih bayak dibanding pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 3 permaian.

Hal tersebut menunjukan bahwa setiap tahunnya antusianme pelajar SD dalam mengambangkan tradisi permainan tradisional sangat bagus. Para Guru sebenarnya menginginkan semua permainan tradisional dilombakan. Namun, karena keterbatasan anggaran  pada akhirnya hanya 6 permainan yang dilombakan pada tahun 2017.

"Sebanyak 6 pertandingan itu dinilai masih kurang oleh guru-guru, namun karena keterbatasan anggaran kami hanya bisa melakukan 6 permainan. Antusiasme pelajar SD dalam mengikuti perlombaan permainan tradisional sngat luar biasa, hampir semua SD mengutus perwakilannya untuk mengikuti lomba tersebut," tegasnya.

Salman berharap, permainan tradisional mampu meminimalisir kecenderungan anak-anak jaman sekarang yang lebih memilih bermain dengan gadget, sehingga minim bersosialisasi bersama dengan kawan-kawannya. "Kami berharap, permainan tradisional ini menjadi permaianan yang dimainkan kembali oleh anak-anak. Sehingga bisa mengikis kecendrerungan anak memakai gadget," katanya. (mg-uri)

Beri komentar


Security code
Refresh