Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


Muscam IPSI Dipertanyakan


CILEGON - Sejumlah peguron Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Kecamatan Pulomerak mempertanyakan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) sekaligus pemilihan ketua Anak Cabang (Ancab) IPSI Kecamatan Pulomerak yang digelar pada Selasa (5/9) malam di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Pegurus peguron Titisan Kijaya Laksana Kecamatan Pulomerak, Rangga Putra menyayangkan pelaksanaan Mucab IPSI Kecamatan Pulomerak yang tidak dilakukan koordinasi terlebih dahulu. Bahkan, beberapa peguron tidak dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali tersebut.

"Pemilihan untuk Ancab IPSI Pulomerak tidak solid, karena seluruh peguron kecamatan Pulomerak tidak dilibatkan dalam acara tersebut," katanya kepada Banten Raya kemarin. Menurut Rangga, selain tidak dilibatkan, pihaknya juga mempertanyakan pelaksanaan Mucam yang dilakukan di Gedung DPRD Kota Cilegon.

Seharusnya, muscam tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pulomerak, bukan luar wilayah. "Yang punya hajat itu Pulomerak, kok kenapa diadakannya di Cilegon," tuturnya. Lebih lanjut, Rangga menambahkan, pelaksanaan Muscam sekaligus pemilihan ketua Ancab IPSI Kecamatan Pulomerak, merupakan tugas semua peguron untuk melaksanakan dan mengawal seluruh proses serta tahapannya serta harus dilakukan secara demokrasi. "Pemilihan harus demokratis, jangan seperti tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.

Sementara itu, Penasehat Peguron Titisan Ki Jaya Leksana, Suganda mengatakan, Muscam IPSI Kecamatan Pulomerak dianggap tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI. Bahkan, pembentukan panitia pelaksana juga dianggap tidak sah. "Muscam tidak sesuai dengan AD/ART, pembentukan panitia juga tanpa sepengetahuan anggota," katanya.

Ditempat terpisah, Ketua Pelaksana Muscam IPSI Pulomerak, Fatur R Sadly menerangkan, pembentukan panitia atas dasar Surat Keputusan (SK) IPSI Kota Cilegon, sudah sesuai aturan sehingga tidak menyalahi, seperti yang dikabarkan sebelumnya. "Saya diminta untuk menjadi pelaksana kegiatan, berdasarkan SK IPSI Cilegon," terangnya.

Terkait peguron yang tidak dilibatkan dalam muscam, Fatur mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat undangan kepada seluruh peguron di Kecamatan Pulomerak, dan sudah sesuai dengan jumlah yang ada, yaitu sebanyak 13 peguron.

"Semua sudah kita undang ada 13 peguron. Kita disini hanya sebagai panitia pelaksana, sedangkan untuk proses pemilihan ketua, nanti akan dibentuk kembali oleh semua peguron yang hadir," ungkapnya.
Ketua IPSI Kecamatan Pulomerak, Samingan enggan memberikan komentar apapun terkait pelaksanaan muscam tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada panitia pelaksana.

"Kalau itu tanyakan saja kepada panitia," tandasnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh