Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


Randis Dewan Dilirik Camat


CILEGON - Kendaraan Dinas (Randis) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon yang rencananya akan dikembalikan setelah terbitnya Peraturan Walikota (Perwal) tentang Hak Keuangan dan Administrasi Anggota DPRD Kota Cilegon ternyata diminati oleh para camat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Alasanya, Randis yang kini dimilik para camat memerlukan peremajaan. Camat Ciwandan, AH Junaedi mengatakan, Randis milik camat saat ini adalah Daihatsu Terios rakitan tahun 2011. Kendaraan tersebut dinilai memerlukan peremajaan karena usianya sudah lebih dari enam tahun.

"Mobil dinas camat terlalu tua sih belum, cuma karena diforsir terus kondisinya memang memerlukan peremajaan," kata Junaedi kepada Banten Raya, Selasa (6/9). Dijelaskan Junaedi, dirinya tidak mengharuskan kendaraan dinas baru, jikapun ada kendaraan bekas yang kondisinya masih prima dianggapnya tidak menjadi masalah.

Apalagi, jika anggota DPRD Kota Cilegon mengembalikan Randis setelah menerima tunjangan transportasi, hal itu dapat menjadi solusi peremajaan Randis bagi para camat. "Iya tidak masalah, jika ada kendaraan dinas milik anggota dewan yang Innova kan cocok untuk lapangan karena tinggi," jelasnya.

Menurut Junaedi, para camat membutuhkan Randis yang bentuknya tinggi. Pasalnya, wilayah kecamatan banyak yang teritorialnya naik turun dan tidak bisa dilalui dengan kendaraan yang bermodel rendah. "Mobilitas ke lapangan kan cukup tinggi.

Seperti wilayah kelurahan Ciwandan yang ke Randakari mau masuk ke Karang Bolong, Cikerong tidak bisa dilalui semua kendaraan. Makanya mobil operasional camat idealnya yang tinggi-tinggi seperti Innova," tuturnya.

Bukan hanya Randis milik camat yang membutuhkan peremajaan, tambah Junaedi, Randis milik Sekretaris Camat (Sekmat) juga dinilai membutuhkan peremajaan. Randis Sekmat saat ini adalah Toyota Kijang tipe kapsul tahun perakitan awal 2000-an.

"Nah kalau camat dapat mobil dinas baru, mobil dinas camat yang sekarang mungkin bisa juga buat Sekmat. Apalagi mobil dinas lurah juga sudah baru," terangnya. Camat Cibeber Noviyogi Hermawan juga menginginkan hal yang sama. Peremajaan randis camat dinilai sudah waktunya.

Namun, Ia tidak ingin berkomentar banyak mengenai kendaraan dinas camat yang sudah saatnya dilakukan peremajaan. "Saya percaya dengan Pak Wali (Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi -red) memperhatikan keinginan para camat," ungkapnya.

Sementara Camat Cilegon, Idad Zaldad merespon dingin persoalan kendaraan dinas tersebut. "Soal mobil dinas mah, saya masih trauma. Itu sih terserah penglihatan kemauan serta kebijakan pimpinan saja. Dikasih terimakasih, tidak dikasih juga tidak apa-apa. Serahkan saja kepada Allah SWT," ucapnya singkat.

Ditempat terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati mengatakan, saat ini pihaknya masih menggodog Perwal tentang Hak Keuangan dan Administrasi Anggota DPRD Kota Cilegon. Menurutnya, dalam waktu dekat ini Perwal akan diterbitkan.

Disinggung terkait randis dewan yang akan diperuntukkan bagi para camat, Iapun masih sedikit bicara. Saat ini, pihaknya masih menunggu terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Banten terkait Hak Keuangan dan Administrasi Anggota DPRD.

Pergub tersebut akan disnkronkan dengan Perwal tentang Hak Keuangan dan Administrasi Anggota DPRD Kota Cilegon. "Ya nanti, kita inventarisir dulu kendaraan dinas bekas anggota Dewan untuk siapa-siapanya. Nunggu perwalnya dulu," katanya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon, Baihaki Sulaiman mengatakan, saat ini anggota DPRD Kota Cilegon belum mengembalikan randis lantaran tunjangan transportasi anggota dewan yang baru belum ada Peraturan Walikota (Perwal) yang mengaturnya.

Jika tunjangan transportasi anggota dewan sudah didapat, secara etika memang seharusnya anggota dewan mengembalikan kendaraan dinasnya yang saat ini menjadi fasilitas. "Kita masih menunggu Perwalnya. Jadi, sah saja kita masih pakai randis. Kalau mobil dikembalikan sekarang, sementara tunjangan transportasi belum kita terima kita mau naik apa," katanya. (gillang)





Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir