Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


MTF Didemo Buruh, Ormas dan LSM * Diduga Lakukan Tata Cara Premanisme


CILEGON - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) sebagai salah satu perusahaan pembiayaan atau Leasing didemo oleh organisasi buruh, organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Cilegon (FPMC), Selasa (5/9).

Demonstrasi dilakukan terkait dugaan adanya tindakan atau tata cara premanisme yang dilakukan debit kolektor PT MTF dengan merampas paksa kendaraan roda empat Toyota Avanza Veloz terhadap Istri salah satu pengurus Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) Srihartati diwilayah Tanggerang City, Kota Tanggerang, Rabu (30/8)lalu.

"Demontrasi ini adalah respon terhadap tata cara premasisme yang dilakukan oleh debit kolektor PT MTF yang merampas mobil secara paksa. Hal ini sudah melanggar hukum dan bertentangan dengan undang-undang," kata Koordinator Aksi, Sanudin yang juga merupakan Ketua FSBKS, kemarin.

Sanudin menambahkan, tata cara yang dilakukan oleh oknum debit kolektor tersebut akan dilaporkan kepada pihak kepolisian. PT MTF sebagai pihak yang telah memerintahkan untuk melakukan pengambilan terhadap uunit mobil juga akan dimintai pertanggung jawaban dengan mengembalikan unit mobil.

"Kami akan laporkan perbuatan prmanisme ini, dan kami meminta untuk dikembalikan unit mobil yang telah diambil paksa," tambahnya. Sanudin menjelaskan, pihak MTF harus menghentikan segala tindakan premanisme yang dilakukan olek kolektor. Sebab, kewenangan melakukan penarikan terhadap barang yang bersengketa harus melalui izin dari pengadilan dan berbagai prosedur lainnya.

"Bukan kewenangan pihak ketiga atau PT MTF untuk menarik barang. Karena harus melalui berbagai hal termasuk izin dari pengadilan," jelasnya. Sementara itu, Kepala Divisi Account Representative (AR) PT MTF Agus Sudrajat membantah jika penarikan dilakukan olek kolektor dengan cara premanisme dan pemaksaan.

Penarikan oleh kolektor tidak dilakukan ditangah jalan, namun diambil secara baik-baik dan terlebih dahulu diajak kerumah makan. "Dari keterangan kolektor ada versi yang berbeda, proses pengambilan tidak dilakukan dijalan secara paksa. Namun, terlebih dahulu diajak makan dan dibicarakan secara baik-baik," ucapnya.

Agus menyampaikan, ditariknya unit mobil oleh PT MTF, karena konsumen telah menunggak pembayaran selama enam bulan. Untuk itu, pihaknya memberikan kewenangan kepada pihak ketiga untuk melakukan penarikan kepada setiap unit mobil yang menunggak diatas tiga bulan.

"Ditarik oleh kolektor karena sudah enam bulan konsumen menunggak. Akhirnya kami memberikan kewenangan sesuai kepada pihak ketiga untuk melakukan penarikan. Hal ini juga sudah sesuai dengan peraturan dari OJK (otoroitas Jasa Keuangan)," katanya. (mg-uri)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir