Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


379 Warga Diperiksa Mata


Sebanyak 379 warga dari 8 kecamatan diwilayah Kota Cilegon dan 5 kecamatan diwilayah Kabupaten Serang ikuti scanning atau pemeriksaan mata untuk kepentingan operasi katarak dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0623 Cilegon.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menseleksi warga yang memiliki penyakit katarak untuk diikut sertakan dalam oprasi katarak saat acara bakti sosial (Baksos) rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-72 pada Oktober 2017 di Pelabuhan Indah Kiat Merak.

"Ada sekitar 379 warga Cilegon dan Serang yang ikut scanning operasi katarak. Jika dalam proses scanning warga terbukti memiliki penyakit katarak, maka dalam HUT TNI Oktober mendatang, warga akan mengikuti operasi katarak sebagai bagian Baksos rangkaian HUT," kata Pasiter Kodim 0623 Cilegon Kapten Inf Gatot Wijayanto kepada Banten Raya, Rabu (6/9).

Gator menuturkan, Baksos dilakukan dalam rangka membantu warga miskin yang tidak memiliki kemampuan untuk membiayai operasi katarak sendiri, sehingga dengan Baksos keinginan warga untuk sembuh dan bisa melihat mampu terbantu. "Berobat dan operasi katarak sangat mahal,  semoga dengan Baksos ini warga terbantu dan terfasiliasi. Sehingga bisa melihat dengan normal sama seperti lainnya," tuturnya.

Gatot menjelaskan, warga yang mengikuti scanning katarak tersebut didaftarkan oleh setiap Bintara Pembina Desa (Babinsa) diwilayahnya masing-masing. Babinsa ditugaskan untuk mendata setiap warga diwilayahnya untuk mengikuti proses scanning, sehingga dengan pendataan tersbut setiap wilayah yang warganya memiliki penyakit katarak bisa dibantu.

"Mereka (Babinsa- red) langsung yang mendaftarkan warga sebagai peserta scanning katarak. Mereka juga yang langsung mendata dilapangan," jelasnya. Gatot menerangkan, Baksos yang dilakukan dalam rangkaian HUT TNI bukan saja operasi katarak, namun operasi kangker payudara, pembagian alat baca atau kacamata baca, alat bantu dengar telinga dan kursi roda juga dilakukan dalam Baksos.

Untuk itu, warga masyarakat Cilegon dan Serang bisa mendaftarkan keluarganya kepada babinsa yang ada diwilayahnya jika membutuhkan dan ingin mengikuti Baksos. "Selain Katarak, kami juga melakukan operasi payudarah, memberikan bantuan kacamata baca, alat bantu dengar dan kursi roda bagia warga," terangnya.

Gatot mengungkapkan, selain membantu warga kurang mampu, baksos juga dilakukan dalam rangka mendekatkan diri TNI kepada rakyat, karena rakyat adalah Ibu kandung TNI. "Baksos ini juga dalam rangka mendekatkan TNI kepada rakyat, karena TNI ada rakyat, rakyat adalah Ibu kandung TNI," ungkapnya.

Sementara itu, warga Desa Lambang Sari Kecamatan Bojonegara Azhari yang ikut dalam scanning operasi katarak mengungkapkan, pada Baksos operasi katarak 2017 ikuti kembali untuk memeriksa mata sebelah kakan yang sepertinya terkena katarak. Pada tahun 2016, Azhari juga ikut dalam Baksos untuk mengoprasi mata kirinya dan berhasil melihat kembali.

Sebagai warga yang memiliki kondisi ekonomi pas-pasan dan tidak mampu membiayai operasi sendiri, Azhari merasa terbantu dengan adanyabaksos dari TNI. "Operasi katarak itukan mahal, kami merasa terbantu oleh TNI. Pada tahun lalu mata sebelah kiri sudah pernah dioprasi dan berhasil. Sekarang ingin periksa yang sebelah kanan," katanya. (mg-uri)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir