Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


Proyek Drainase Dikeluhkan Warga


CILEGON - Proyek drainase di Lingkungan Pegantungan Lama, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang di keluhkan warga. Hal itu terjadi, lantaran material bekas galian drainase itu mengganggu masyarakat dan menimbulkan debu.

Salah satu warga, Irwan mengatakan, proyek drainase itu dinilai sudah mengganggu ketertiban umum. Selain menimbulakan debu, sisa galian pekerjaan drainase itu dibiarkan menumpuk di bahu jalan menyebabkan luas jalan raya menyempit.

"Pekerajaanya sih sudah selesai, tapi sisa material pekerjaannya masih banyak menumpuk di pinggir jalan. Apalagi kalau siang, sisa pekerjaan itu menjadi debu. Ini cukup mengganggu," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Irwan, sejumlah warga sekitar juga tampak kesal atas pengerjaan proyek yang dinilai tidak profesional tersebut. Untuk itu, dirinya dan beberawa warga lainnya berharap bekas pekerjaan pembangunan drainase itu dibersihkan. "Kalau sekarang sudah berkurang, mungkin banyak yang mengadu. Karena setiap harinya, karena tumpukan itu kemacetan di jalan ini tak bisa dihindarkan," tuturnya.

Selain warga, pedagang makanan, Lastri juga mengeluhkan tumpukkan tanah yang menyebabkan jalan itu berdebu. Dampaknya, pelanggan enggan berhenti untuk makan. Padahal, sebelum proyek berjalan, pedagang selalu ramai pembeli.

"Sejak ada proyek, penjualan saya menurun karena jalanan berdebu dan pembeli enggan mampir karena macet. Pekerja kurang profesional. Harusnya setelah tanah dikeruk, langsung dibuang. Supaya tak mengganggu ketertiban umum," ucapnya.

Dalam hal ini, Lastri berharap, pelaksana proyek untuk segera membersihkan sisa galian drainase tersebut dan jangan meninggalkan sisa yang justru malah merugikan masyarakat sekitar. "Kita inginnya seperti semula. Jangan sampai ada debu lagi," tandasnya.

Sementara itu, Lurah Jombang Wetan, Hasanudin mengingatkan kepada pelaksana pekerjaan drainase di wilayahnya untuk dapat menjaga ketertiban serta tidak membiarkan bekas galian itu terbengkalai, karena dapat menganggu masyarakat sekitar."Saya berharap penumpukan material hingga menutup jalan tidak kembali terjadi, sehingga arus lalu lintas kendaraan dan warga sekitar tidak terganggu," katanya.

Pada bagian lain, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Cilegon Ridwan mengatakan, dengan adanya pekerjaan drainase itu, masyarakat diminta untuk memakluminya. Sebab pekerjaan itu juga untuk kebaikan masyarakat sendiri. "Ya saya minta masyarkat untuk bersabar, karena pengerjaan ini belum semua rampung." katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh