Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


Pelayanan Publik Bergantung Pada Honorer



CILEGON - Pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon ternyata sangat bergantung pada tenaga honorer. Pasalnya, ketersedian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini dinilai kurang.Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, Pembinaan, Kesejahteraan, dan Administrasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Lela Sulelah mengatakan, tenaga PNS di Kota Cilegon saat ini berjumlah 5125 orang.
Sementara, kebutuhan PNS dinilai masih kurang sekitar 750 pegawai. "Saat ini pelayanan publik juga bergantung pada tenaga honorer atau TKK (Tenaga Kerja Kontrak). Jumlah honorer sangat membantu dalam pelayanan publik saat ini 521 orang.
Bahkan untuk THL (Tenaga Harian Lepas) jumlahnya lebih dari 2000, tapi itu pengangkatannya bukan BKPP melainkan masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bersangkutan," kata Lela kepada Banten Raya, Minggu (10/9).Dijelaskan Lela, jumlah kekurangan pegawai setiap tahunnya bertambah.
Pasalnya, setiap tahun ada pegawai yang pensiun. Tahun ini saja, yang pensiun ada ada 75 pegawai. "Diluar itu juga sudah ada yang meninggal dunia sekitar 10 orang, ada yang pemberhentian sementara karena tersandung kasus, dan ada yang terancam pemecatan karena indispliner. Jadi bisa lebih dari 80 PNS kita yang berkurang tahun ini,"jelasnya.
Menurut Lela, pihaknya telah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk penambahan PNS. Akan tetapi, sampai saat ini untuk pemerintah daerah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih belum dilakukan.
Sementara untuk instansi vertical seperti kementerian sudah dilakukan. "Kita sudah mengajukan kebutuhan pegawai kita ke BK (Badan Kepegawaian Nasional), mudah-mudahan tahun depan ada penerimaan CPNS untuk pemerintah daerah,"tuturnya.
Diterangkan Lela, meskipun pegawai Pemkot Cilegon mengalami kekurangan, pelayan public masih berjalan dengan baik. Adanya TKK dan THL dinilai membantu pelayanan public yang prima. "Kalau TKK baru beberapa bulan lalu kita melakukan pengangkatan, sekitar 200 dari tadinya sekitar 300," terangnya.
Ditambahkan Lela, tahun depan kebutuhan PNS di Kota Cilegon akan semakin bertambah. Pasalnya, tahun depan juga ada sekitar 80 PNS yang pensiun. "Kalau kebijakan pengangkatan TKK lagi ada di pimpinan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKPS) Kota Cilegon Soleh menerangkan, kehadiran tenaga honorer seperti TKK dan THL dinilai sangat membantu pelayan publik.
Saat ini, jumlah TKK di DKPS delapan pegawai. Sementara, untuk THL enam pegawai.

"Kehadiran TKK dan THL sangat membantu karena kita pelayanan publiknya kan mobile jemput bola. Kalau tidak ada TKK dan THL tentu sulit mewujudkan pelayan public yang prima," ucapnya.Dikatakan Soleh, pelayanan publik di DKPS Kota Cilegon sendiri cukup banyak. Ditambah lagi, DKPS Kota Cilegon menjadi proyek perconttohan untuk pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). "Tentu ini semakin menambah beban DKPS, kalau hanya mengandalkan yang PNS pelayanan public akan lama," katanya. (gillang)


Pelayanan Prima: Pelayanan public pembuatan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKPS) Kota Cilegon, Jumat (8/9).

Ainul Gillang / Banten Raya

Beri komentar


Security code
Refresh