Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


Bawa Bahan Peledak, Nelayan Ditangkap




CILEGON - Ai (27), neyalan di Perairan Cemara, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang ditangkap petugas kepolisian Direktorat Perairan Polda Banten, Senin (11/9). Hal itu terjadi, karena yang bersangkutan kedapatan membawa bahan peledak sekitar 2 kilogram. Diduga, bahan peladak itu digunakan untuk mencari ikan.Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, pelaku diamankan di atas Kapal Motor Trifans, saat berada di perairan Cemara pada akhir bulan Agustus lalu.

Sebelum ditangkap, Petugas patroli Polair, mencurigai nelayan di kapal tersebut menggunakan alat tangkap berupa bom ikan. Dari kecurigaan itu, petugas kemudian menghentikan laju kapal motor dan kegiatannya mencari ikan.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan, dan ditemukan satu kantong plastik potasium, belasan botol berisi handak siap pakai dan yang masih kosong didalam kamar kemudi kapal. Sebelum diamankan, pelaku sempat membantah menggunakan bahan peledak itu dalam upayanya mencari ikan.

Apalagi dirinya menilai, membawa bom ikan saat ke laut tidaklah melanggar aturan, karena sudah sering dilakukan olehnya dan beberapa nelayan lainnya.Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penegakka Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Banten, AKBP Trie Panungko mengatakan, pelaku diamakan di KM Trifans, saat petugas Polair berpatroli, dan mencurigai kapal itu.

Kecurigaan terbukti. Saat didatangi petugas Polair, dan melakukan pemeriksaan di atas kapal, menemukan bahan peledak atau bom ikan. "Benar, saat digeledah, tim patroli menemukan bahan peledak itu, yang diduga digunakan untuk menangkap ikan.

Barang buktinya, satu kantong plastik potasium, belasan botol berisi bahan peledak didalam kapal," katanya kepada Banten Raya, kemarin.Menurut Trie, banyak nelayan di wilayah Banten masih menggunakan bom ikan, karena dengan cara itu nelayan bisa mendapat ikan lebih cepat dan lebih banyak dari penangkapan dengan cara biasa.

Namun penangkapan ikan dengan bom ikan ini sudah dilarang karena merusak ekosistem atau kehidupan di bawah laut. "Banten masih rentan menggunakan bom ikan. Untuk meminimalisirnya, kita rutin melakukan razia atas nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan," tuturnya.

Selain menangkap seorang nelayan yang kedapatan memiliki bahan peledak, Trie mengaku, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan terhadap penyuplai bahan peledak bagi nelayan di wilayah Banten. "Masih kita kembangkan, dan ada 1 identitas yang sudah kita dapatkan.

Mudah-mudahan segera kita tangkap," akunya. Trie menegaskan, penggunaan bom ikan itu dilarang dan bisa dijerat undang-undang darurat menyangkut penggunakan bahan peledak tanpa izin. Untuk itu, nelayan diminta menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. "Kita terapkan pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan dapat terancam 12 tahun penjara," tegasnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh