Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 111 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 614 | Komentar

Baca


Melihat Lebih Dekat Kondisi Korban Kebakaran di Kecamatan Citankil Tidur Ditenda, Diselimuti Debu dan Digigit Nyamuk


Kebakaran yang terjadi di Lingkungan Gajah Mungkur RT01/3, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Rabu (6/9) malam, masih menyisakan duka. 75 orang yang menjadi tuna wisma saat ini harus bermukim di tenda pengungsian yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Debu yang berterbangan saat siang hari masih menjadi pemandangan yang tidak asing di tenda pengungsian. Tumpukan bantuan berupa sembako, pakaian, dan alat rumah tangga lainnya masih menumpuk di sekitar tenda yang berdiri di tanag kosong di Lingkungan Gajah Mungkur.

Kesedihan masih terlihat di raut wajah para korban kebakaran. Akan tetapi, canda tawa juga tak hilang begitu saja di antaran korban kebakaran. Hilir mudik warga dan elemen masyarakat yang memberikan bantuan masih terus berdatangan.

Belasan relawan seperti dari Palang Merah Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Tagana, dan relawan lainnya masih terus memberikan bantuan. Beberapa bantuan sudah dibagikan ke setiap kepala keluarga. Akan tetapi, masih ada beberapa yang menumpuk di posko bantuan yang berada di Rumah Baca di sekitar lokasi kebakaran tersebut.

“Iya ini lagi dibagi bantuan berupa pakaian, ya sudah cukup banyak kalau pakaian dan makanan. Kita bersyukur setiap hari ada yang ngasih,” kata Samini (45) korban kebakaran, Selasa (12/9). Samini menuturkan, bantuan makanan dan pakaian menurutnya sudah cukup banyak. Akan tetapi, yang dibutuhkan warga saat ini rumah yang terbakar bisa segera dibangun kembali.

Saat ini, Ia harus tidur di tenda. “Sudah enam malam kita tidur di tenda,” kata Samini saat ditemui di posko pengungsian. Saat ini Samini dengan para korban kebakaran tidur di bawah tenda. Samini mengaku tidak bisa memejamkan mata dengan tenan. Trauma kejadian kebakaran masih membayangi pemikirannya.

“Selain itu, kita juga tidur di tenda banyak debu dan digigit nyamuk saaat malam. Nyamuknya banyak,” kata Ibu tiga anak tersebut. Kebakaran yang menghanguskan rumahnya enam hari lalu masih membayangi pikirannya. Satu hari sebelum kejadian kebakaran, Samini sempat mimpi tidak jelas.

Pada Selasa (5/9) malam, dirinya mimpi berlarian membawa barang. Tetapi, Ia tidak mengetahui apa yang dibawa. Bahkan, Ia tidak memunyai prasangka buruk terhadap mimpinya. “Saya sehari sebelum kebakaran itu mimpi lari membawa barang dan lihat uang Rp15 ribu. Tapi, tidak tahu apa yang dibawa,” tutur Samini kepada Banten Raya.

Samini mengatakan, akibat kebakaran tersebut, dirinya kini tidak memunyai rumah. Bahkan, barang berhargapun tidak ada yang bisa diselamatkannya sama sekali. “Saya hanya untung nyawa saya dan suami dan dua anak saya selamat. Anak saya yang nomor dua itu SMK yang nomor tiga SD, kalau yang pertama sudah nikah tidak serumah lagi dengan saya,” ungkap Samini dengan mata berkaca-kaca.

Samini belum mengetahui sampai kapan harus tinggal dibawah tenda. Ia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon merealisasikan janjinya untuk membantu membangun rumah korban kebakaran. “Saya terima kasih sekali kepada semua yang telah membantu. Saya juga berharap segera ada bantuan untuk membangun rumah dari pemerintah.

Ini saya anggap sebagai musibah, mau tidak mau harus kami terima,” ucap Samini. Korban kebakaran yang lain, Sunti (42) mengungkapkan hal yang sama dengan Samini, Ia mengaku tidurnya tidak nyenyak karena banyak debu dan nyamuk saat malam hari. Ia berharap bantuan pemerintah untuk membangun rumah korban kebakaran segera terwujud.

“Kalau saya juga barang-barang sudah tidak ada yang bisa diselamatkan. Tapi untungnya nyawa kita masih selamat semua,” tuturn Sunti. Ia menambahkan, rumahnya yang kebakaran adalah rumah yang didirikan diatas lahan yang disewa kepada pemilik tanah. Ia menyewa dengan harga Rp1 juta per tahun.

Kepala Seksi Tanggap Darurat pada BPBD Kota Cilegon Achmad Mafruh mengatakan, saat ini petugas BPBD masih ada yang stand bye di pokso pengungsian kebakaran. Akan tetapi,. Rencananya pada Kamis pekan ini tenda akan dibongkar. “Kita belum tahu untuk selanjutnya. Kalau tidak salah nanti, akan ada bantuan dari Pemkot,” katanya.  (Gilang)

Beri komentar


Security code
Refresh