Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Ruang Gerak Dibatasi, Petruk Protes ke ASDP


CILEGON - Merasa ruang gerak pengurus truk (Petruk) di Pelabuhan Penyeberangan Merak dibatasi. Puluhan petruk menggruduk kantor PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Rabu (13/9). Pengelola pelabuhan diharapkan dapat memberikan kelonggaran bagi petruk.

Penasiat Petruk Mustasim mengatakan kedatangan petruk ke Kantor ASDP itu untuk meminta kebijakan terkait aturan yang diterapkan oleh manajemen pengelola Pelabuhan Merak, salah satunya pelarangan parkir didalam area Pelabuhan Merak.

"Keberatannya sih, karena memang ruang aktivitas kita dipersempit aturan," kata pria yang biasa dipanggil Kang Mus kepada Banten Raya, kemarin. Adapun hasil pertemuan itu, Kang Mus mengapresiasi itikad baik dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak yang menyambut baik keluhan petruk tersebut. Sebab petruk diberi kelonggaran agar tetap bisa melaksanakan tugasnya mengawal truk ekspedisi.

"Akhirnya kita diperbolehkan tapi tidak berhenti lama-lama (kendaraan didalam area Pelabuhan Merak-red). ASDP juga akan membantu perwakilan petruk yaitu dengan menyediakan lahan parkir supaya tidak mengganggu aktivitas Pelabuhan," ujarnya.

Kang Mus menegaskan, dengan adanya keputusan itu, petruk diminta untuk ikut mendukung program PT ASDP dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada pengguna jasa, agar aman, nyaman, tertib dan lancar.  "ASDP adalah aset yang perlu kita jaga. Ini adalah bagian aturan yang harus kita ikuti dan para pengurus juga harus bisa membantu untuk menyukseskan program itu," tegasnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Fahmi Faik mengatakan kebijakan yang dilakukannya bagian dari penerapan Peraturan Menteri nomor 29 Tahun 2016 mengatur tentang Sterilisasi pelabuhan penyeberangan yang dilakukan dengan cara melakukan zonasi pada area-area pelabuhan.

Zonasi tersebut meliputi, Zona A untuk orang, Zona B untuk kendaraan, dan Zona C untuk fasilitas vital. "Zona-zona tersebut memiliki tingkatan yang berbeda, seperti misalnya, pada Zona C, hanya petugas yang dapat memasuki area tersebut. Dan dalam penerapan aturan itu kita juga diawasi oleh BPTD (Balai Pengeloran Transportasi Darat-red)," katanya.

Menurut Fahmi dari hasil pertemuan yang dilakukan oleh PT ASDP dan Petruk disepakati, parkir kendaraan tetap dilakukan diluar area Pelabuhan Merak. Namun saat melakukan transaksi pembelian tiket petruk diperbolehkan masuk menggunakan kendaraan, setelah selesai kendaraan petruk kembali keluar area Pelabuhan.

"Mereka mendukung zonasisasi. Parkir tetap diluar, hanya saat transaksi mereke boleh masuk untuk mengawal, setelah itu kendaraan kembali," ujarnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh