Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


15 Proyek Dindik Dikawal Kejari * Bernilai Miliaran Rupiah


CILEGON - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon untuk mendampingi 15 proyek pembangunan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2017. Nilai dari 15 proyek tersebut mencapai belasan miliar rupiah.

Kepala Dindik Kota Cilegon Muhtar Gojali mengatakan, pihaknya mempunyai 15 proyek strategis yang menghabiskan dana belasan milia rupiahr. Proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2017 tersebut diharapkan dapat berjalan lancar tanpa ada pelanggaran hukum.

"Kami meminta Kejari untuk mengawal atau mengamankan proyek kita agar tidak melewati koridor hukum," kata Muhtar usai melakukan ekspose Proyek Dindik Kota Cilegon di Aula Kejari Cilegon, Selasa (19/9).

Dijelaskan Muhtar, adanya pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) diharapkan membuat kerja 15 proyek tersebut berjalan lancar. Pihaknya juga akan aktif melakukan konsultasi kepada Kejari untuk setiap tahapan pembangunan. "Itu juga ada proyek unggulan kita atau Sekolah Mantap. Dari 15 proyek tersebut nilainya belasan miliar rupiah," jelasnya.

Menurut Muhtar, meskipun 15 proyek tersebut baru dilakukan saat ini, Ia mengaku tidak terlambat. Memang, sebaiknya sejak perencanaan proyek meminta pendampingan Kejari. "Tapi ini juga belum terlambat. Kita meminta pendampingan agar proyek selesai dan tidak ada kasus hukum.

Kalau saat ini, kita juga kadang takut menyelesaikan proyek karena khawatir tersandung masalah hukum, jadi silpanya (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) besar. Ini juga untuk menekan silpa, kalau dulu kan lebih baik silpa daripada jadi masalah dikemudian hari," tuturnya.

Muhtar menambahkan, dari 15 proyek tersebut, mayoritas adalah revitalisasi dan dan rehab gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Kalau yang nilainya besar diatas satu miliar ada proyek pengadaan lahan SDN Kalitimbang I dan SDN Tamansari V, serta revitaliasi SDN Cilegon II," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Cilegon Akhmad Putra Hasibuan mengatakan, Dindik Kota Cilegon secara inisiatif meminta kepada Kejari Kota Cilegon untuk mengawal dan dan mengamankan proyek-proyeknya. Saat ini, memang baru dimulai permintaan pengawalan dan pengamanan.

Padahal, untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain sudah meminta pengawalan dan pengamanan sejak perencanaan.  "Meski baru saat ini, memang belum terlambat. Kita juga mendampingi proyek Pemkot yang lain seperti DPW Kel (Dana Pengembangan Wilayah Kelurahan), Alun-Alun Kota Cilegon, dan proyek lain.

Kalau untuk proyek Pelabuhan Warnasari itu kayaknya langsung Kejagung yang mengawal. Selain OPD juga ada BUMN (Badan Usaha Milik Negara) seperti Indonesia Power yang minta bantuan kita," katanya.
Kejari Cilegon, tambah Akhmad, hanya mengawal dan mengamankan dari kajian hukum saja, bukan pada pembangunan secara fisik. Pengawalan secara fisik pembangunan, sebaiknya sudah dilakukan pengawasan oleh Inspektorat Kota Cilegon.

Inspektorat juga sebaiknya lebih tegas dalam mengawal proyek-proyek. "Kalau ragu baru ke kita Kejari. Kita juga sifatnya pasif aktif, kalau tidak diminta pasif, tapi kalau diminta ya aktif dalam mengawal dan mengamankan pembangunan," jelasnya. (gillang)












Beri komentar


Security code
Refresh