Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 244 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 699 | Komentar

Baca


Hindari Pungli, Program Sekolah Harus Dimusyawarahkan


CILEGON – Seluruh sekolah dan guru wajib mensosialisasikan dan memusyawarahkan berbagai program yang akan diberikan kepada para siswa. Hal itu dilakukan, untuk menghindari adanya tindakan Pungutan Liar (Pungli) terhadap berbagai program yang tidak terdapat dalam bantuan Oprasional Sekolah (BOS).

"Jangan salahkan wali murid jika program tidak disosialisasikan. Dibuka dan dijelaskan ujungnya ada kontribusi atau dibayar, sehingga dianggap sekolah melakukan Pungli. Wali murid teriak wajar, karena programnya tidak jelas.

Tidak semuanya program ada dianggran BOS, makanya perlu adanya musyawarah dan sosialisasi," kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Ahmad Najid kepada Banten Raya, Kamis (28/9).

Najid menyampaikan, pada saat dilakukan musyawarah program, pihak sekolah harus menerima berbagai masukan dan usulan yang dianggap perlu dan penting. Pihak sekolah tidak ada alasan untuk menolak apabila program dan usaulan dari wali murid dianggap bagus dan penting.

"Dalam proses musyawarah biasanya ada usulan dana masukan, jika bagus maka tidak ada alasan pihk sekolah menolaknya, usulan tersebut harus diakomodir," ucapnya. Najid menjelaskan, adanya proses musyawarah dan sosialisasi program antara pihak sekolah dan wali murid sudah sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) melalui Direkut Jendral Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Tujuannya, dengan mengetahui berbagai program sekolah, maka walimurid bisa mendukung, mempersiapkan dan memaksimalkan hasil program. "Sesuai arahan dari meneteri sudah saatnya orang tua menegetahui progrma secara keseluruhan.

Agar bukan hanya sekedar program saja, tapi efek bisa dirasakan oleh siswa tidak ada. Sosoalisasi dilakukan kepda semua jenjng pendidikan dari mulai pendidikan TK (Taman Kanak-Kanak) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas), kecuali perguruan tinggi," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Wangi Bahrudin mengungkapkan, proses sosialisasi menjadi penting karena berbagai program pembelejaran yang tidak bisa dialokasikan dalam BOS bisa dilakukan dengan swadaya dari wali murid.

"Tidak semua program pembelajaran dalam satu tahun ajaran bisa dialokasikan dalam dana BOS. Jika tidak bisa, maka bisa diambil dari sumbangan wali murid. Untuk itu, seluruh wali murid harus tahu perencanaan proram dan dilibatkan didalamnya, sehingga tidak ada ungkapan program tidak jelas dan sekolah melakukan pungli," katanya. (mg-uri)

Beri komentar


Security code
Refresh