Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 495 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 610 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 487 | Komentar

Baca


25 Pelajar Gunakan Obat Terlarang


CILEGON - Sebanyak 25 remaja usia sekolah terlibat dalam penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terhitung sejak Januari hingga September 2017. Jumlah itu berdasarkan hasil pengungkapan yang dilakukan oleh aparat Badan Narkotika Nasional (BNNK) Cilegon dan aparat kepolisian.

Kepala BNNK Cilegon, Asep Muksin Jaelani mengatakan, peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan dengan resep dokter sudah sangat memprihatinkan. Untuk itu, dibutuhkan pengawasan dari orang tua dan lingkungan terhadap anak-anak dan remaja perlu diperketat.

"Ada laporan yang masuk kepada kita, sekitar 25 orang anak-anak usia sekolah yang terkena narkoba dan obat-obatan," katanya kepada Banten Raya, kemarin. Menurut Asep, adapun obat-obatan yang paling banyak beredar di Kota Cilegon diantaranya, Tramadol, Hexymer dan Dextro.

Penyalahgunaan obat-obat itu akan menimbulkan efek seolah melayang atau terbang karena konsentrasi dan keseimbangan terganggu.  "Jadi anak-anak yang banyak mengkonsumsi itu efeknya akan jadi bengong. Kalau disini yang terkenal tramadol exymer dan dextro," tuturnya.

Asep mengungkapkan, adapun modus penyalahgunaan narkoba saat ini di kalangan remaja adanya istilah Paket Hemat. Artinya, anak remaja itu membayar dengan harga murah untuk mendapatkan barang haram tersebut, karena sasaran penjualan yaitu remaja usia sekolah. "Mereka membeli barang itu dengan harga murah. Untuk satu paket tramadol, exymer hanya dikisaran Rp35 ribu per 10 pil," ungkapnya.

Asep menambahkan, dalam meminimalisir peredaran narkoba dan obat-obatan, selain melakukan sosialisasi narkoba di tingkat sekolah, ke depan pihaknya akan fokus dalam mencegah penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungannya.

"Mari kita jaga lingkungan kita, khususnya lingkungan keluarga. Kita juga akan bentuk kampung bebas narkoba dan kampung kreatif, sehingga masyakat akan disibukan dengan kegiatan-kegiatan yang positif," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polres Cilegon AKP Dedi Hermawan membenarkan jika eximer dan tramadol merupakan obat-obatan yang tengah tren di Kota Cilegon, rata-rata pengkonsumsinya diusia remaja atau anak sekolah.  "Di bulan Agustus dan September kami melakukan penindakan pengguna eximer dan tramadol," ucapnya.


Diterangkan Dedi, tahun 2017 ini pihaknya melakukan pengungkapan sebanyak 5 kasus penyalahgunaan obat-obatan tersebut terindikasi masih maraknya jumlah peredaran obat-obatan yang harus disertai resep dokter beredar secara ilegal.

"Dari hasil yang diungkap Polres sebanyak 1.650 butir pil tramadol dan 120 butir hexymer. Kemudian dari hasil gabungan dengan BNN dan Kesbangpol kita dapatkan 750 butir pil. Jadi total obat yang kita amankan sebanyak 2.500 pil," terangnya.

Ditegaskan Dedi, pihaknya secara rutin melaksanakan pencegahan peredaran obat-obatan yang dapat membahayakan jiwa itu dengan melaksanakan razia sejumlah apotek di Kota Cilegon.  "Kita juga kemarin bersama BNN mengamankan sejumlah pil tramadol di sebuah agen Vavor (Rokok elektrik-red) tapi dari hasil pemeriksaan itu bukan untuk diperjual belikan tapi hanya untuk dikonsumsi sendiri. Sekarang pelakunya masih diperiksa di BNN," tegasnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh