Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


BNN Waspadai Kripik Jamur Narkoba


CILEGON - Badan Narkotik Nasional Kota (BNNK) Cilegon mewaspadai dan mengawasi peredaran kripik jamur berlabel Snack Good masuk ke Kota Cilegon. Kripik jamur kemasan snack itu diduga mengandung psilosibin atau narkotika golongan 1.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan pada BNNK Cilegon, dr Sri Ekowati mengatakan, saat ini kripik jamur tersebut sudah banyak beredar di beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan Selatan, Bali, Jawa Timur, Bandung, Jakarta. Untuk itu BNN mewaspadai masuknya jenis narkoba baru tersebut.

"Kalau penjualannya, tidak dijual secara bebas. Tapi dijual melalui online, untuk itu, masyarakat untuk lebih selektif lagi, jangan mudah  tergiur dengan tawaran yang dilakukan oleh orang yang nggak bertanggung jawab," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Sri, dari hasil uji laboratorium, kripik jamur yang masuk dalam narkoba golongan 1 itu, terbuat dari jamur yang tumbuh secara alami di kotoran hewan, lumut, ranting atau kayu yang busuk. Secara umum jamur itu dikenal sebagai jamur tahi sapi. "Jamur itu ada kandungan zat seperti kotoran sapi, ini yang perlu diwaspadai masyarakat. Jika kita konsumsi memiliki efek halusinasi, seperti mengubah suasana hati, euphoria atau depresi," ujarnya.

Lebih lanjut, Sri menegaskan, agar kripik jamur yang mengandung narkotika tidak beredar di Kota Cilegon, pihaknya terus berkordinasi dengan BNNP Banten guna melakukan langkah pencegahan. Jika ditemukan di lapangan, maka langsung ada tindakan."Kita akan berupaya mencegah masuknya jamur tersebut. Karena ini bisa membahayakan dan merusak generasi muda kita," tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemeberdayaan masyarakat pada BNNK Cilegon Candra Tika mengatakan, jenis kripik jamur yang mengandung narkoba belum ditemukan di Kota Cilegon. Meski begitu masyarakat diminta untuk mewaspadainya."Di Cilegon sendiri belum ditemukan tapi saya berharap masyarakat harus berhati - hati," katanya.

Candra mengungkapkan, kika mengonsumsi jamur tersebut dalam jangka panjang, dapat berakibat pada kejiwaan, merusak memori otak. Selain itu, efek fantasi atau halusinasi yang ditimbulkan bisa melukai diri sendiri. "Jika dikonsumsi, senyawa psilosibin akan masuk ke otak. Mempengaruhi kinerja otak yang menganggu sistem motorik dan menyebabkan halusinasi," ungkapnya.

Kasat Narkoba Polres Cilegon, AKP Dedi Hermawan mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan melakukan pencegahan dengan melakukan razia di supermarket maupun pemantauan jual beli online. "Nanti kita akan lakukan pengawasan. Tapi sampai saat ini kita belum ada laporan. Kalau ada informasi silahkan beritahu kami," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh