Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Pajak Kendaraan Mati, Pengemudi Gojek Distop


CILEGON - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilegon beserta Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon dan Samsat Cilegon melakukan razia bersama di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon, Rabu (1/11). Dalam razia tersebut, didapati pengemudi ojek online dari Gojek yang pajak kendaraannya mati, sehingga di-stop oleh petugas yang melakukan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan.

Pantauan Banten Raya, dalam razia operasi Kalimaya 2017 ini, puluhan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan juga diberhentikan. Razia di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa Kota Cilegon ini juga diwarnai oleh aksi pengemudi sepeda motor yang berani melawan arah demi menghindari razia itu.

Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polres Cilegon Iptu Harlen Tampubolon mengatakan, semua kendaraan yang melintas di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa dihentikan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih.

Bukan hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, kendaraan yang pajaknya mati juga turut diberhentikan. "Ada satu pengemudi Gojek yang pajaknya mati, kita suruh bayar disini sama Samsat. Tapi, sebagian besar Gojek sudah lengkap,” katanya saat ditemui di lokasi, kemarin.

Dijelaskan Harlen, bagi kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Izin Mengemudi (SIM), maka ditilang. Sementara, kendaraan yang pajaknya mati diwajibkan untuk membayar di gerasi Samsat yang disediakan di lokasi.

Kendaraan yang melanggar tersebut didominasi oleh roda dua. "Hari ini 66 penindakan, itu surat-surat seperti SIM atau STNK tidak lengkap. Ada tujuh sepeda motor yang kita amankan karena sama sekali tidak ada surat-suratnya," jelasnya.

Harlen menambahkan, selain di Cilegon, kegiatan tersebut juga dilakukan serentak di wilayah lain. Kegiatan tersebut juga berlangsung selama 14 hari. Tujuannya, untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. "Setelah operasi ini kita harapannya angka kecelakaan menurun," tambahnya.

Kepala Samsat Cilegon Raden Berly Natakusumah mengapresiasi adanya razia gabungan tersebut. Dari razia itu, masih banyak kendaraan yang belum membayar pajak. "Ada 58 kendaraan yang belum bayar pajak, 30 bayar pajak ditempat dan yang 28 ditunggu pada hari itu juga untuk membayar di Kantor Samsat, dan ada bagian dari STNK yang kita bawa ke kantor, bisa diambil setelah membayar pajak," ucapnya.

Dari puluhan kendaraan yang belum membayar pajak, kata Berly, ada juga pengemudi ojek online yang pajak kendaraannya belum terbayarkan, sehingga harus diberhentikan dan membayar pajak di lokasi razia. "Yang membayar pajak dalam razia kali ini kita dapat Rp 12.400.000," ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pemilik kendaraan untuk membayar pajak tepat waktu. Apalagi, jika kendaraan tersebut digunakan untuk profesi seperti ojek online. "Sebenarnya kalau pajak mati bisa saja ditilang, tapi kita beri toleransi untuk membayar pajak di tempat," terangnya.

Sementra itu, Pengguna Gojek, Koko membenarkan jika Gojek yang ditumpanginya belum membayar pajak kendaraan. Akan tetapi, pengemudi Gojek tersebut membayar pajak tersebut di loket samsat yang disediakan di lokasi razia dan diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan kembali. "Harusnya mah sudah lengkap semua surat kendaraannya, biar penumpangnya tidak menunggu seperti ini," katanya. (gillang)




Beri komentar


Security code
Refresh