Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Program Angkutan Massal Diusulkan 2018


CILEGON - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon akan kembali mengajukan anggaran untuk program angkutan massal pada tahun anggaran 2018. Program tersebut sebelumnya telah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017, namun dicoret pada APBD perubahan 2017.

Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, pihaknya akan kembali mengajukan anggaran program Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) pada 2018. Mengingat, program tersebut yang sudah dianggarkan pada tahun harus ditunda lantaran belum adanya kesiapan dari pihaknya mengenai program yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 tersebut. "Program angkutan massal 2017 kita alihkan di 2018. Jadi bukan ditiadakan hanya diundur saja," kata Andi kepada Banten Raya, Rabu (1/11).

Anggaran yang dibutuhkan untuk program angkutan massal tersebut, sambungnya, sekitar Rp 4 miliar. Anggaran tersebut berkurang dari anggaran yang sudah dimasukkan pada APBD reguler 2017 yakni sekitar Rp 6 miliar. "Rp 4 miliar itu untuk pengadaan dua bus, shelter, dan fasilitas pendukung lainnya. Dulu rencana awalnya mau empat bus, tapi ini kita bertahap saja, nanti gampang kalau nambah bus lagi dianggarakan di tahun berikutnya," terang Andi.

Program SAUM, tambah Andi, untuk mempelopori angkutan umum yang melewati Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon. Saat ini, belum ada angkutan umum di jalur tersebut. "Nanti jalurnya dari Terminal Seruni sampai ke Ciwandan itu lewat JLS, kalau lewat dalam kota kan sudah ada angkot," tambahnya.

Program SAUM juga digadang-gadang oleh Dishub Kota Cilegon untuk menanggulangi kemacetan di jalan protokol. Pasalnya, ketersediaan angkutan umum yang baik diharap mengubah perilaku masyarakat yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi untuk bisa beralih ke kendaraan umum. "Kalau kendaraan pribadi berkurang, kemacetan kan juga turut berkurang," ucap Andi.

Ditegaskan Andi, dengan dirintisnya jalur baru Terminal Seruni-Ciwandan, pihaknya juga berencana melakukan renovasi Terminal Seruni sebagai terminal induk untuk SAUM. "Nanti kita perbaiki ruang tunggu penumpang, dan kita tata masalah parkir bus maupun kendaraan pengantar penumpang," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Isro Mi'roj mendukung jika Dishub Kota Cilegon memang benar-benar siap melaksanakan program SAUM. Menurutnya, program SAUM masih mungkin untuk dianggarkan pada APBD 2018. "Sebenarnya tahun ini sudah kita anggarkan, tapi karena adanya program lain yang lebih urgen seperti pembayaran lahan Alun-Alun, jadi angkutan massal ditunda dulu," paparnya.

Isro menjelaskan, pada tahun 2017 program angkutan massal belum begitu penting, meskipun program tersebut masuk dalam RPJMD 2016-2021, sehingga pada pembahasan APBD perubahan 2017 anggarannya dicoret. "Program ini masih bisa dilaksankan tahun depan, yang penting sebelum 2021 sudah bisa terealisasi karena itu juga masuk RPJMD," jelasnya.

Dalam hal ini, Isro berpesan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Cilegon agar menggunakan anggaran sebaik-baiknya sesuai program yang telah direncanakan. "Adapun OPD yang tahun ini serapan anggarannya tidak maksimal, akan menjadi bahan evaluasi Banggar. Bahkan, bisa saja penganggaran untuk OPD yang serapannya rendah untuk lebih diperketat," tegasnya. (gillang)






Beri komentar


Security code
Refresh