Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Daya Beli Turun, Ritel Dituntut Inovatif


CILEGON - Pengelola pusat perbelanjaan atau ritel ditutntut untuk lebih inovatif untuk menarik minat para pelanggan. Hal itu dilakukan, menyusul adanya situasi bisnis ritel yang saat ini sedang lesu, sebagaimana yang terjadi di Jakarta, sehingga banyak pusat perbelanjaan modern yang terpaksa tutup.

Penjabat Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Serang Achris Sarwani mengatakan, ritel di Cilegon atau Banten saat ini mengalami penurunan daya beli sekitar tiga sampai lima persen. Hal tersebut, lantaran adanya peningkatan bisnis online sekitar lima persen dari perdagangan. Namun, Ia memrediksi bahwa ritel di Cilegon saat ini masih aman dari ancaman gulung tikar. Dirinya juga belum melihat dampak tutupnya ritel di Jakarta terjadi juga di Cilegon.
"Di Jakarta, ritel atau pusat perbelanjaan yang tutup itu yang memang high class. Kalau pusat perbelanjaan yang biasa-biasa saja masih banyak dikunjungi pembeli. Sementara di Banten, kami melihatnya ritel itu masih terjangkau untuk pengunjung kelas menengah," kata Achris kepada Banten Raya, Rabu (1/11).

Meskpiun di Banten tidak ada tanda-tanda ritel yang akan tutup, tambah Acris, Ia tetap meminta kepada pengelola pusat perbelanjaan untuk inovatif. Dalam lima tahun ke depan, Ia memrediksi pasar ritel di Banten masih stabil meski adanya peningkatan bisnis online.

"Biasanya yang menurun itu ritel yang minim inovasi. Saya melihat, kalau pusat perbelanjaan saat ini lebih banyak dikunjungi orang itu di bagian foodcourt-nya saja. Maka dari itu, saya minta untuk inovatif dalam menyediakan foodcourt, atau ada penambahan foodcourt," tambahnya.

Achris menyarankan agar kepada toko-toko yang masih berbnetuk fisik untuk memberikan pelayanan yang sebaik mungkin. Misal, dengan adanya jasa antar barang, dan pelayanan lainnya. Sebab, jika tidak melakukan inovasi bisa terancam dengan hadirnya bisnis online.

"Saat ini konsumen bisa memilih, mana yang memberikan pelayanan lebih baik maka akan diburu. Sementara, kalau pusat perbelanjaan atau toko-toko banyak yang tutup dampaknya cukup besar, karena akan menambah pengangguran," ucapnya.

Manajer Komunikasi dan Informasi Kebijakan BI Perwakilan Serang Yusi Gusman Sari mengatakan, saat ini Kota Cilegon menjadi perhatian pihaknya. Selain menjadi kota yang inflasinya tinggi, juga karena kota industri yang pembangunan dan perputaran uangya cukup cukup tinggi. Kestabilan ekonomi di Cilegon juga harus tetap dijaga. "Ini kita juga intens berkoordinasi dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah)," katanya. (gillang)







Beri komentar


Security code
Refresh