Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Pengunjung Mal Turun 40 Persen


CILEGON - Pengelola salah satu pusat perbelanjaan atau Mal di Kota Cilegon mengakui adanya penurunan pengunjung hingga sekitar 40 persen dari biasanya sejak beberapa bulan terakhir. Sepinya pengunjung tersebut berdampak pada penghasilan para pedagang di dalam Mal.

Pantauan Banten Raya, Kamis (2/11), di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Baja, yakni Supermall Cilegon atau yang dulu lebih dikenal dengan Mayofield Mal kondisinya memang tidak seramai beberapa tahun terakhir. Bahkan, beberapa toko di dalam Mal terlihat tutup. Toko yang masih beroperasi juga terlihat hanya ada satu atau dua pembeli saja.

Bagian Promosi Supermall Cilegon, Agung Kurnia mengatakan, pengunjung Supermall Cilegon dalam satu tahun terakhir menurun sekitar 40 persen. Belum diketahui pasti penyebab turunnya pengunjung Mal. "Bisa juga karena banyaknya bisnis jual beli online saat ini atau memang daya beli yang menurun," kata Agung kepada Banten Raya, kemarin.

Dijelaskan Agung, berkurangnya pengujung Mal tentunya berpengaruh kepada penghasilan para pedagang di Mal, sehingga pihaknya terus melakukan inovasi guna menarik pengunjung Mal. "Kita saat ini akan renovasi beberapa sudut Mal seperti foofdcourt atau juga adanya pentas seperti fashion show. Itu kita lakukan," jelasnya.

Menurut Agung, menurunnya pengunjung Mal juga berimbas pada tutupnya beberapa toko di dalam Mal. Beberapa toko tersebut adalah toko furniture dan busana. "Ada yang tutup, tapi itu toko kecil," tuturnya.
Meski pengunjung Mal berkurang, tambah Agung, untuk tenant kuliner atau foodcourt saat ini masih ramai. Bahkan, Agung mengklaim bahwa akan ada resto asal Jepang yang segera hadir di Supermall Cilegon. "Saat ini juga kan banyak anak muda yang nongkrong atau sekedar makan di Mal, bukan untuk belanja," tambahnya.

Agung menegaskan, saat ini di Supermall Cilegon ada sekitar 400 pedagang. Jumlahnya bahkan bisa bertambah lagi, karena saat ini akan ada beberapa toko fashion atau resto yang akan masuk ke Supermall Cilegon.

Pedagang di Supermall Cilegon, Yanti (27) mengatakan, pengunjung Supermall diakuinya saat ini menurun. Hal tersebut membuat omset dari penjualan sepatu dan sandal di tokonya menurun. "Saat ini omset sehari paling Rp 250 ribu, dulu itu sehari bisa mencapai Rp 500 ribu," katanya.

Di tempat yang bersebelahan dengan Yanti, tepatnya di lantai dua Supermall Cilegon, pedagang pakaian Rineng Marleni (37) mengaku, bisnisnya berjualan pakaian di Mal saat ini mengalami penurunan pembeli. Hal tersebut terjadi sejak pertengahan tahun 2017 ini.

Rineng yang sehari-hari bisa mengantongi Rp 1 juta dari omset jualannya, saat ini omsetnya dalam sehari hanya sekitar Rp 500 ribu. "Kita juga kan biaya hidup tambah hari juga bertambah, harga sewa toko juga bertambah tapi ini pembeli menurun. Saya minta pengelola Mal untuk membuat inovasi untuk menarik pengunjung," ucapnya.

Rineng juga beranggapan, jika sepinya pembeli di Mal karena banyaknya bisnis online saat ini. Rineng saat ini juga harus pandai-pandai mengatur manajemen penjualan di tokonya, agar usahanya tidak gulung tikar. (gillang)





Beri komentar


Security code
Refresh