Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Pendapatan PCM Minus Rp 14 Miliar


CILEGON - Pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) pada 2017 ditarget Rp 108 miliar. Akan tetapi, sampai saat ini baru terealisasi sekitar Rp 94 miliar, sehingga masih kurang sekitar Rp 14 miliar dari target yang ditentukan.

Direktur Operasional dan Komersil PT PCM Akmal Firmansyah mengatakan, saat ini pendapatan PT PCM masih kurang sekitar Rp 14 miliar. Dirinya optimis pendapatan PT Pcm pada tahun ini akan memenuhi target hingga sekitar Rp 108 miliar. "Masih ada waktu dua bulan lagi, kita optimis target tercapai," kata Akmal kepada Banten Raya, Rabu (8/11).

Dijelaskan Akmal, selama iklim usaha nasional kondusif, Ia optimis target pendapatan PT PCM akan tercapai. Pihaknya saat ini juga sedang menggenjot pendapatan. Pasalnya, kebutuhan PT PCM untuk saat ini sedang tinggi. Selain biaya operasional perusahaan, pihaknya juga diwajibkan membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk lahan Warnasari.

Target pendapatan tahun 2018 juga akan bertambah lagi. Namun, Ia mengaku belum memrediksi nilai target pendapatan untuk tahun 2018. "Kalau pemegang saham juga mintanya pendapatan kita naik, kita juga berharapnya naik," jelasnya.

Meski pendapatan akhir tahun 2017 digenjot, Akmal mengaku, jika untuk pembayaran BPHTB yang diperkirakan sekitar Rp 40 miliar lebih tidak bisa dibayarkan hanya mengandalkan pendapatan dari hasil usaha PT PCM, sehingga pihaknya masih berupaya meminta pembayaran dilakukan dengan cara diangsur. "Bisa juga kalau kita disertakan modal lagi dari APBD utnuk membayar BPHTB," ungkapnya.
Akmal juga tidak berani memastikan, jika pembayaran BPHTB PT PCM kepada Pemkot Cilegon untuk lahan Warnasari bisa dilakukan tahun 2017. "Kita hanya berharap saja bisa dibayarkan tahun ini," tegasnya.

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Nurrotul Uyun mengatakan, pihaknya mendukung jika target pendapatan PT PCM bisa bertambah untuk tahun mendatang. Sementara untuk pembayaran BPHTB, pihak DPRD Kota Cilegon saat ini juga turut mencarikan upaya pembayaran BPHTB agar PT PCM tidak keberatan untuk membayarkan BPHTB ke Pemkot Cilegon.

"Sebenarnya, PT PCM punya dana Rp 98 miliar dari penyertaan modal tahun lalu. Tapi, itu peruntukkannya untuk pembangunan akses ke Pelabuhan Warnasari. Bukan untuk pembayaran BPHTB. Sementara jika pembayaran BPHTB dilakukan dari pendapatan tahun ini, PT PCM kan juga butuh untuk dana operasional perusahaan," katanya.

Uyun menegaskan, Komisi III DPRD Kota Cilegon berencana melakukan konsultasi ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pembayaran BPHTB PT PCM. "Kalau kata BPK bisa dicicil kan akan lebih baik, tapi ada opsi kedua yaitu disertakan modal lagi untuk pembayaran BPHTB sekitar Rp40 miliar, tapi itu opsi kesekian lah," tegasnya. (gillang)


Beri komentar


Security code
Refresh