Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


BKP Awasi Ternak Asal Jawa


CILEGON - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon mengawasi dengan ketat perlintasan ternak dari wilayah Jawa, Rabu (8/11). Hal itu dilakukan, menyusul adanya kasus, tiga warga Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur terindikasi suspect antraks.

Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) BKP Kelas II Cilegon, dr Sutarti mengatakan, pihaknya baru mendapatkan informasi tersebut. Meski demikian, pihaknya akan memperketat lalu lintas pembawa ternak, baik Sapi, Kerbau maupun Kambing. Sebab, antraks merupakan jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular pada manusia.

"Untuk ternak dari Bondowoso terhitungnya jarang-jarang masuk kesini. Tapi kalau untuk wilayah Trenggalek, Jawa Timur dicatatan kami ada. Pasti kita akan perketat, jangan sampai ada hewan pembawa penyakit," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Sutarti, dari catatan yang dimiliki BKP, lalu lintas hewan ternak dari Jawa maupun Sumatera cukuplah tinggi. Setiap bulannya, untuk hewan ternak yang dikirim dari Jawa menuju Sumatera mencapai 3.019 ekor dan dari Sumatera sebanyak 5.747 ekor hewan ternak campuran.

"Lalu lintasnya memang cukup tinggi. Secara keseluruhan dari Jawa dan Sumatera bisa mencapai 8 atau 9 ribu ekor hewan ternak setiap bulannya," tutur Sutarti.
Sutarti menambahkan, dengan tingginya pengiriman hewan ternak itu, pengawasan terus dilakukan agar hewan yang melintas dapat terpantau. Jangan sampai para distributor melintasi jalur alternatif dan lepas dari pantauan BKP.

"Untuk tindakan karantina yang kita lakukan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 153 tahun 2014 tentang pedoman Tindakan Karantina Hewan terhadap ruminansia sebagai media pembawa antraks," tambahnya.

Meski terhitung tinggi, Sutarti menegaskan, pihaknya belum menemukan adanya kasus antraks terhadap hewan yang melintas. Hewan ternak yang dikirim harus diperiksa terlebih dahulu di dinas peternakan. Kemudian akan diberikan sertifikat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas peternakan asal ternak.

"Tingginya lalulintas produk asal hewan, bahkan kemarin kita undang pakar IPB Denny W Lukman untuk bahas keamanan pangan dan analisis resiko Sehingga sebelum dilalulintaskan sudah bebas dari berbagai macam penyakit hewan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKP Kelas II Cilegon, Heri Yulianto mengharapkan, dengan adanya  In House Training (IHT), dengan mengundang pakar IPB pegawai semakin kompeten dan profesional dalam melakukan tugasnya berbasis ilmiah dan analisa risiko. "Sehingga upaya mencegah masuk, keluar dan tersebarnya hama penyakit hewan dapat dilakukan secara optimal," ucapnya.

Heri mengatakan, pihaknya belum menemukan kasus antraks di BKP Kelas II Cilegon. Sebab, pihaknya sudah secara optimal melakukan pemeriksaan dokumen maupun fisik hewan yang hendak dikirim ke Jawa maupun Sumatera "Dalam lalu lintas perdagangan hewan maupun produk hewan tidak pernah ada zero risk," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh