Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Serapan Anggaran Rendah


CILEGON - Serapan anggaran 2017 yang dilakukan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Cilegon dinilai masih rendah, yakni sekitar 46 persen dari total anggaran belanja langsung yang masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1,3 teriliun.

Hal tersebut tentu menjadi persoalan terkait dengan kinerja pencapain yang dilakukan oleh OPD, sehingga Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon berharap seluruh OPD untuk berbenah dan melakukan percepatan terhadap berbagai pembangunan yang sudah direncanakan.

"Dari hasil rapat evaluasi OPD yang disampaikan oleh Pak Maman (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Cilegon-red) tadi, serapan anggaran OPD baru mencapai 46 persen saja totalnya. Artinya dari (Anggaran belanja langsung-red) Rp 1,3 triliun kita baru 46 persen berarti hanya baru Rp 600 Juta untuk belanja langsung.

Kami ingin seluruh OPD memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk berbenah dan melakukan realisasi perencanaan, sehingga serapan bisa maksimal pada akhir tahun," kata Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi usai memimpin rapat evaluasi OPD diaula Setda Kota Cilegon, Selasa (14/11).

Dijelaskan Edi, ada tiga OPD yang menjadi sorotan dalam hal penyerapan anggaran rendah diantaranya adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon. Sebab, tiga OPD tersebut paling rendah serapannya hanya 40 persen.

"Rapat ini juga mengevaluasi daya serap OPD, tadi kelihatan mana yang rendah mana yang tinggi . Seperti yang baru 40 sekian persen serapannya atau yang besar dan belum terserap itu di Sport Center (Dispora Kota Cilegon-red), di PU (DPUTR Kota Cilegon-red) JLU (Jalur Lingkar Utara) kemudian di Perkim (DPKP Kota Cilegon-red) alun-laun. Jika itu masuk (terserap) maka akan besar sepertinya," jelasnya.

Edi menambahkan, jika hanya dua proyek pembangunan saja yang mungkin tidak terserap pada 2017, yaitu JLU dan KPT yang prosesnya masih sedang berjalan dan tidak mungkin direalisasikan oleh pemerintah."Cuma yang pasti ada Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) itu JLU terus KPT (Kawasan Pertanian Terpadu). Karena tidak ada yang baru-baru yang akan menjadikan Silpa," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati menjelaskan, rapat koordinasi OPD yang dilaksanakan tersebut selain sebagai evaluasi dan memberikan arahan kepada Kepala OPD bagaimana strategi yang dilakukan. Arahan yang diberikan kepada kepala OPS apakah percepatan, penambahan waktu, tenaga atau jadwalnya dipercepat.

"Rapat ini kami sudah sampaikan arahannya, OPD harus melakukan langkah-langkah dalam menuntaskan berbagai perencanaan pembangunan, masih ada sisa waktu 40 hari. Atau jika tidak ditambah waktu, tenaga atau percepatan jadual. Termasuk PU (DPUTR-red) yang paling banyak menggunakan anggaran menjadi fokus pembahasan yang kami lakukan," jelasnya. (mg-uri)


Beri komentar


Security code
Refresh