Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


6 Pelabuhan Banten Diintegrasikan


CILEGON - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Banten berencana akan mengintegrasikan enam pelabuhan barang yang ada di Provinsi Banten. Wacana tersebut dilakukan, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan di Provinsi Banten.

General Manajer (GM) PT Pelindo II Banten Armen Amir mengatakan, pengintegrasian enam pelabuhan di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang dilakukan agar distribusi barang baik ekspor maupun impor akan lebih cepat. Ia mengakui, selama ini ada persaingan usaha yang mengakibatkan pelayanan kepelabuhanan tidak maksimal. Bahkan, jika persaingan usaha yang saat ini terjadi dibiarkan secara terus menerus, dapat berujung pada persaingan usaha yang tidak sehat.

"Enam pelabuhan yang akan diinetgrasikan yaitu Pelindo II Ciwandan, Pelindo II Bojonegara, Pelabuhan KBS (Krakatau Bandar Samudera), Pelabuhan Indah Kiat Merak, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya di Bojonegara, dan Pelabuhan Warnasari yang saat ini mulai dibangun BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kota Cilegon yakni PT PCM (Pelabuhan Cilegon Mandiri)," kata Armen kepada awak media, Rabu (6/12).

Dijelaskan Armen, enam pelabuhan yang akan terintegrasi di Banten tersebut semuanya sudah masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP). Intergrasi dilakukan dalam koridor pemasaran dan operasional. "Jadi, nanti kita akan ada pembagian ke semua pelabuhan. Saat ini sudah dilakukan komunikasi dengan pelabuhan-pelabuhan lain," jelasnya.

Menurut Armen, pengintegrasian enam pelabuhan tersebut sudah masuk dalam rencana bisnis Pelindo II Banten 2017-2020. Armen juga mengklaim jika enam pelabuhan di Banten sudah terintegrasi, maka distribusi barang akan semakin cepat dan kapasitas bongkar muat barang akan lebih besar lagi. "Dalam usaha kepelabuhanan ini, kita juga bersaingnya dengan pelabuhan-pelabuhan di luar negeri. Makanya, kita harus terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan," tuturnya.

Diterangkan Armen, bukan hanya pengintegrasian enam pelabuhan, PT Pelindo II Banten juga akan mengambil alih kepemilikan PT KBS. Namun, terkait pengambilalihan tersebut kewenangannya ada di pejabat tinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Kalau dengan pelabuhan yang akan dibangun oleh Pemkot Cilegon itu kita sudah ada MoU (Memorandum of Understanding). Kita juga sudah mengalokasikan anggaran untuk investasi di Pelabuhan Warnasari," terangnya.

Armen menambahkan, berkaitan dengan pembangunan Pelabuhan Warnasari, PT Pelindo II juga akan membangun sebagian dermaga. "Komunikasi antara Pelindo dan PT PCM juga terus berjalan sampai saat ini," tambahnya.

General Manajer PT Indorama Chemical Malim Hander Joni mengatakan, dengan diterapkannya Inaportnet di Pelindo Banten membuat pelayanan saat ini lebih cepat. Namun, tidak berarti pelayanan sudah sempuran. Ia meminta agar PT Pelindo II Banten terus melakukan evaluasi pelayanan. "Saat ini sudah 24 jam untuk pelayanan bongkar muat, tapi konsekuensinya kita juga menyiapkan biaya lebih besar untuk membayar tenaga yang lembur," katanya. (gillang)



Beri komentar


Security code
Refresh