Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 93 | Komentar

Baca


Ikan Langka di Pasaran


CILEGON - Ikan laut di pasar tradisional di Kota Cilegon mulai mengalami kelangkaan sejak beberapa hari terakhir. Hal itu terjadi, akibat berkurangnya pasokan dari nelayan yang biasanya memasok kepada pedagang. Diduga, minimnya pasokan ikan laut itu akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

Berdasarkan pantauau Banten Raya di pasar Kranggot, Kecamatan Jombang, Rabu (6/12), para pedagang ikan yang sehari-hari menjual ikan laut terlihat tidak memiliki stok yang cukup banyak. Bahkan, sejumlah lapak pedagang terlihat kosong dan hanya menjual ikan air tawar.

Kelangkaan pasokan ikan laut di Pasar Kranggot membuat harga jual ikan laut mengalami kenaikan, seperti ikan kembung dan ikan tongkol yang biasanya dijual di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, kini dijual di kisaran Rp 25 Ribu per kilogramnya.

Penjual ikan di Pasang Kranggot, Solihan mengatakan, kelangkaan ikan laut di pasaran sudah terjadi sejak terjadinya cuaca buruk di sejumlah daerah di wilayah Banten. Cuaca buruk itu menyebabkan nelayan tidak melaut yang berimbas pada pasokan ikan dipasaran. "Kurang lebih satu mingguan. Kata nelayan mereka gak bisa kelaut karena cuaca, ombak dan anginnya cukup kencang," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Solihan, saat ini pasokan ikan laut hanya beberapa jenis ikan tongkol yang dipasok dari nelayan Karangantu, Kota Serang. Sedangkan jenis ikan kembung dan layang sudah sulit didapatkan.
"Padahal kalau bulan mulud, kembung paling banyak dibeli masyarakat," tuturnya.


Lebih lanjut, Solihan mengungkapkan, lantaran sedikitnya pasokan ikan laut dari nelayan, penjual ikan di Pasar Kranggot banyak yang mulai beralih menjual ikan air payau sepeti Bandeng."Ikan bandeng kita jual Rp 25 ribu perkilogramnya. Dari pada kita gak dapat pemasukan makanya kita jual ikan yang mudah didapat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Stabilisasi Harga pada Disdagperin Kota Cilegon Ikhsan Hasibuan membenarkan jika saat ini ikan laut di Pasar terjadi kelangkaan yang disebabkan oleh faktor cuaca. Kondisi itu cukup mempengaruhi pasokan ikan ke sejumlah daerah di Cilegon. "Secara otomoatis pasokan ikan sedikit, karena cuaca buruk dan nelayan tidak melaut. Bahkan banyak kapal-kapal nelayan yang rusak karena dihantam gelombang tinggi," tandasnya.

Dilain tempat, Ketua Himpunan Nelayan Cilegon, Dedi Kusnadi mengatakan, terjadinya cuaca buruk menyebabkan nelayan sulit melaut sepanjang November hingga Desember ini. Kondisi itu jelas menyebabkan minimnya pasokan ikan ke para pedagang.

"Selama tidak melaut para nelayan bekerja serabutan, seperti tukang ojek dan buruh bangunan. Apa saja dilakukan mereka agar bisa bertahan hidup dan di saat kondisi seperti inilah nelayan membutuhkan bantuan pemerintah," katanya.

Dua hari ini, Dedi menjelaskan, gelombang memang mulai mereda. Nelayan juga ada yang sudah mulai memberanikan diri untuk berangkat melaut, namun jarak tempuh kapal-kapal penangkap ikan nelayan kecil di Cilegon hanya sekitar 2 sampai 3 mil laut. "Mereka (nelayan-red) hanya melaut paling jauh sekitar tiga mil, tidak bisa lebih karena masih beresiko terhadap keselamatan nelayan," ucapnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh