Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Pemotongan TPP Tak Mempan


CILEGON - Sanksi pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terhadap Aparatur Sipil Nehara (ASN) yang datang terlambat atau tidak disiplin ternyata masih belum efektif. Pasalnya, pemotongan TPP tersebut tidak mempan bagi ASN yang masih datang terlambat ke kantor.

Pantauan Banten Raya, Selasa (12/12), Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi melakukan inspeksi mendadan (Sidak) ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon. Edi juga memimpin apel pagi di DPUTR Kota Cilegon. Namun, dalam apel pagi yang dimulai sekira pukul 07.45 WIB tersebut, tidak dihadiri Kepala DPUTR Kota Cilegon Nana Sulaksana dan beberapa pegawai yang lain.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, dalam apel pagi tersebut hanya sekitar 50 persen pegawai yang hadir. Meski demikian, beberapa menit kemudian beberapa pegawai hadir ketika apel sudah berlangsung. Sehingga, kehadiran pegawai mencapai hampir 70 persen. "Masih banyak pegawai yang tidak disiplin, padahal sudah ada pemotongan TPP untuk yang terlambat absen (Finger Print -red)," kata Edi.

Dalam hal ini, Edi meminta kepada pegawai di DPUTR Kota Cilegon untuk tertiba administrasi dalah hal absensi maupun laporan pekerjaan. Pasalnya, DPUTR Kota Cilegon merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) cukup besar dibandingkan OPD lain. "Ini sudah akhir tahun, saya juga minta kepada PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) untuk lapor ke saya tentang kegiatannya, agar serapan anggaranya bisa maksimal, kita perbaiki bersama," pintanya.

Dipilihnya DPUTR Kota Cilegon menjadi sasaran Sidak, tambah Edi, lantaran dirinya baru pertama kali selama 2017 melakukan Sidak ke DPUTR Kota Cilegon. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati juga sudah melakukan Sidak ke DPUTR dengan hasil absensi yang kurang memuaskan pada DPUTR. "Absensi harus diperbaiki, kalau absensi baik saya rasa kinerja juga akan baik," tambahnya.

Menurut Edi, saat ini pegawai yang terlambat absen juga akan terkena potongan TPP. Akan tetapi, pihaknya akan melakukan evaluasi Peraturan Walikota (Perwal) terkait Pemberian TPP bagi ASN di Kota Cilegon. "Bisa saja nanti kita evaluasi, untuk pemberian TPP," tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cilegon Nana Sulaksana mengklaim kehadiran pegawai di DPUTR Kota Cilegon  baik yang ASN maupun honorer mencapai 70 persen. Adanya ASN yang tidak ikut apel pagi lantaran adanya kegiatan di lapangan. Nana juga mengaku, jika imbauan kepada pegawai di DPUTR Kota Cilegon terkait disiplin pegawai sudah dilakukan. "Saya karena habis sakit, jadi tadi agak telat," akunya.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengatakan, absensi pegawai di lingkungan Pemkot Cilegon secara umum sudah baik. Dirinya juga melakukan sidak absensi pegawai di beberapa OPD yang berkantor di sekitar Kantor Walikota Cilegon. "Kalau lihat tadi pagi (kemarin -red), itu sudah baik yang tidak hadir dibawah lima persen," kata Mahmudin.

Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, pada DPUTR Kota Cilegon menduduki peringkat pertama dengan jumlah pegawai yang banyak tidak hadir, dari 176 jumlah pegawai ada 73 yang tidak hadir. Kemudian, diikuti Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dari 64 jumlah pegawai hanya empat yang hadir apel pagi di Halaman Kantor Walikota dan 60 tidak hadir. Berikutnya, Bagian Umum Setda Kota Cilegon, dari jumlah pegawai 58 hanya 24 yang hadir apel dan 34 tidak hadir. Beberapa OPD lain, juga ada pegawai yang tidak hadir dengan jumlah yantg tidak begitu banyak. (gillang)




Beri komentar


Security code
Refresh