Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


ASN Dilarang Tambah Cuti


CILEGON - Aparatur Sipil Negara(ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dilarang mengambil cuti tambahan pada masa libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pasalnya, hari libur yang diberikan oleh pemerintah pada Hari Raya Natal 2017 selama empat hari terhitung dari Sabtu (23/12) sampai Selasa (26/12).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengatakan, pada pekan depan pasca Libur Natal 2017, ASN dilarang mengambil cuti tambahan jika kuota cuti sudah digunakan sebanyak delapan kali. Setiap tahun, ASN berhak mendapat cuti selama 12 hari. Namun, karena ada empat cuti bersama pada 2017 sehingga hak cuti ASN selain tanggal merah tersisa delapan hari.

"Kalau sisa cuti selama delapan hari sudah digunakan semua, maka ASN tidak boleh tambah cuti lagi saat libur Natal pekan depan. Kalau ada yang terlambat masuk kantor atau tidak masuk tanpa keteranga, tentu akan ada sanksi yang diberikan," kata Mahmudin kepada Banten Raya, Rabu (20/12).

Dijelaskan Mahmudin, sanksi yang diberikan kepada ASN yang mangkir kerja pada 27 Desember 2017 masih berupa potongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Sanksi tersebut juga sudah diingatkan oleh dirinya maupun pimpinan baik Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati. "Kita juga meminta kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mengawasi masalah kedisiplinan pegawai ini," jelasnya.

Menurut Mahmudin, pemberian cuti sejatinya juga diberikan oleh kepala OPD masing-masing. Sehingga, kepala OPD juga dalam memberikan cuti harus lebih selektif. "Kalau ASN ada yang diberikan cuti lebih, tentu yang akan ditindak adalah kepala OPD selaku pemberi cuti," tuturnya.

Meski tidak ada pemberian cuti tambahan, sambungnya, ada beberapa OPD yang diberikan kelonggaran terkait cuti tambahan pasca Libur Natal, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan beberapa OPD lain yang memberlakukan sistem piket kepada pegawainya. "Itu kan ada yang piket saat tanggal merah, kalau mau cuti setelah tanggal merah ya bisa saja, tentu kepala OPD bersangkutan juga harus memperhitungkan secara proporsional antara pegawai yang cuti  dan masuk kerja," sambungnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, Pemkot Cilegon juga akan menyiagakan pegawai dari beberapa OPD untuk tetap bekerja saat libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 seperti Dishub Kota Cilegon dan beberapa OPD lain. Ia juga sudah mengumpulkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) lintas sektoral ini untuk mensinergikan persiapan menjelang natal dan tahun baru di Wilayah Pemerintahan Kota Cilegon.

"Kita ingin mensinergikan dengan operasi lilin kalimaya yang dilakukan Polres Cilegon, sehingga pelaksanaan pengamanan natal dan tahun baru berjalan lancar dan kondusifitas Wilayah Kota Cilegon tetap terjaga termasuk untuk arus lalu lintas," katanya. (gillang)

Beri komentar


Security code
Refresh