Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


1 Truk Bibit Jeruk Diamankan


CILEGON - Guna mengantisipasi masuknya barang ilegal dari Jawa maupun Sumatera, Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Kota Cilegon bersama kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) dan intansi terkait melaksanakan Operasi Patuh Karantina (OPK) di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Selasa (29/12) malam. Hasilnya, 1 truk bibit jeruk berhasil diamankan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, Rabu (20/12), kegiatan operasi gabungan di Pelabuhan Merak itu dimulai pada pukul 21.00 WIB, lebih dari 100 anggota baik dari BKP, Kepolisian maupun TNI AL diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Seperti biasanya, para penumpang kapal di Pelabuhan Merak, khususnya kendaraan truk ekspedisi dan bus baik dari Pulau Jawa maupun Sumatera diperiksa satu persatu oleh petugas. Bagi yang kedapatan membawa media pembawa hewan maupun tumbuhan di cek dokumen dokumen yang dipersyaratkan seperti surat kesehatan dari daerah asal.

Dari ratusan kendaraan yang diperiksa oleh petugas gabungan, 1 unit truk ekspedisi dengan plat nomor kendaraan BE 9871 HN yang membawa 950 batang pohon jeruk dari Bogor menuju Lampung diamankan, karena tidak membawa sertifikasi bebas virus jeruk.

Guna diproses lebih lanjut, ratusan batang bibit jeruk dan kendaraanya diamankan ke kantor BKP Kelas II Cilegon yang berlokasi di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Jombang. Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 23.30 WIB.

Kepala Pusat Kepatuhan dan Kerjasama Informasi Perkarantinaan (KKIP) Badan Karantina Pertanian Arifin Tasrif mengatakan, pihaknya akan terus lakukan terobosan kebijakan dan penguatan sistem perkarantinaan guna perketat pengawasan dan perlindungan terhadap sumber daya alam hayati."Apalagi yang kita ketahui, Pelabuhan Merak ini merupakan salah satu pintu pemasukan produk pangan strategis, baik dari Jawa maupun Sumatera," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Arifin, cuaca buruk yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia cukup berpotensi masuknya barang-barang ilegal, khususnya produk pangan dari luar negeri dan pelabuhan berpotensi sebagai tempat masuknya produk pertanian ilegal. "Isu strategis yang harus kita antisipasi sekarang adalah maraknya aktivtas perdagangan illegal, terutama barang-barang impor seperti bawang, cabai dan yang lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKP Kelas II Cilegon, Heri Yulianto menjelaskan, operasi kepatuhan bertujuan agar meningkatnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat khususnya pengguna jasa terhadap persyaratan peraturan perkarantinaan, dan meningkatnya efektifitas pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh petugas karantina.

"Kegiatan ini sebagai bagian dari usaha cegah tangkal dari masuk, keluar dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) baik ke Pulau Jawa maupun dari Pulau Jawa," jelasnya.

Dikatakan Heri, semua media pembawa yang dilalulintaskan namun tidak dilaporkan kepada Petugas Karantina di tempat pemasukan atau pengeluaran telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dimana, setiap media pembawa hama dan penyakit baik hewan, ikan, organisme pengganggu tumbuhan, wajib dilengkapi sertifikasi kesehatan dari area asal.

"Kegiatan operasi patuh merupakan tindak lanjut Karantina Cilegon atas Surat Kepala Badan Karantina Pertanian terkait Pengawasan dan Pelayanan Karantina Menyambut Liburan Natal dan Tahun Baru," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh