Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Izin Plan B PT Dover Diperiksa


CILEGON - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kota Cilegon meninjau lokasi ledakan di PT Dover Chemical yang sempat meresahkan warga Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan, sebagai langkah untuk mengetahui lebih detail peristiwa ledakan, sekaligus memeriksa perizinan Plan B PT Dover Chemical.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Badar Gumelar mengatakan, peninjauan secara langsung yang dilakukannya itu untuk melihat secara langsung kondisi didalam area PT Dover atau lokasi Plan B yang meledak tersebut.

"Jadi dari tinjauan itu memang ada ledakan, tapi dampaknya tidak meluas hanya terpal-terpal saja yang rusak. Menurut keterangan pihak perusahaan, itu merupakan gas yang sengaja dikeluarkan, karena jika tidak dikeluarkan dampaknya akan lebih membahayakan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Selain melihat secara langsung lokasi yang mengeluarkan ledakan, Badar mengungkapkan, pihaknya juga akan memeriksa seluruh izin plan B yang diduga belum mengantongi izin sepenuhnya. Untuk itu, PT Dover telah diminta untuk tidak melakukan aktivitas di plan B.

"Plan B ini tempat memproduksi formalin. Kita sudah membawa seluruh berkas izin plan B dan sedang kita periksa oleh tim, apakah izinya sudah lengkap atau tidak. Jika belum lengkap, maka kita tegaskan tidak boleh ada kegiatan disana, sampai semua izinnya dilengkapi," ungkapnya.


Lebih lanjut, Badar menambahkan, pihaknya juga menemukan realisasi pelaksaan keselamatan, kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja di PT Dover tidak bekerja dengan maksimal."Disana tak ada sinyal early warning system berupa sirine dan saat ini masih manual. Padahal sesuai dengan prosedur sama ketentuan SOP tidak boleh. Untuk itu kita juga minta PT Dover untuk segera mengevaluasinya," tambahnya.

Badar mendesak, PT Dover untuk segera merealisasikan tuntutan warga sekitar yang menginginkan adanya ambulance, dan mobil pemadam kebakaran yang selalu siaga selama 24 jam, untuk mengantisipasi terjadinya bencana sewaktu-waktu. "Itu kan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility). Jadi perusahaan harus segera merealisasikannya dan akan terus kita kawal sampai perusahaan itu memenuhinya," tandasnya.

Sebelumnya, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT Dover Chemical Dade Suparna mengatakan, penyebab suara ledakan yang sempat membuat warga resah itu berasal dari Plan B, akibat adanya kelebihan tekanan pada pipa produksi. "Tadi saya sudah sampaikan ke warga, kalau penyebabnya adalah kelebihan tekanan atau over pressure pada pipa produksi yang menyebabkan valve meledak," katanya.

Meski sudah terjadi ledakan, Dede menegaskan, tidak korban jiwa maupun luka-luka akibat terjadinya ledakan itu. Untuk itu, pihaknya meminta warga sekitar tidak panik. "Warga enggak perlu khawatir, karena ini cuma ledakan saja akibat kelebihan tekanan," tegasnya.

Selain itu, Dede mengatakan, pihaknya meminta maaf atas ketidak nyamanan masyarakat akibat suara ledakan tersebut. Dengan adanya kejadian itu, pihaknya memastikan tidak akan ada kegiatan di lokasi tersebut. "Atas kejadian itu, kami dari PT Dover meminta maaf kepada warga dan PT Dover juga sudah memberhentikan kegiatan di Plan B," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh