Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Ulama, Santri dan Warga Gelar Istigosah


CILEGON – Puluhan ulama, ratusan santri dan warga Kota Cilegon melakukan kegiatan Istigosah di Aula Gedung Creatif Center di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Minggu (31/12) malam.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengalihkan berbagai aktifitas warga saat menjelang pergantian tahun 2017 ke 2018 yang dinilai banyak menghasilkan hal yang negatif. Dengan adanya istigosah, maka cara menyambut tahun baru juga menjadi baik sebagai ungkapan rasa syukur.

"Bukan untuk menandingi berbagai perayaan yang dilakukan oleh sebagaian besar masyarakat di Kota Cilegon. Namun, kami hanya mencoba merubah sesuatu yang sifatnya hura-hura menjadi hal yang positif dengan bersyukur. Inikan juga pergantian tahun masehi bukan tahun islam harusnya tidak berlebihan merayakannya," kata Ketua Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) Helldy Agustian kepada Banten Raya, kemarin.

Helldy menjelaskan, diadakannya acara istigosah tersebut juga sebagai bagian dari mempererat ukhuah Islamiyah sesama ummat muslim, baik dari Kota Cilegon maupun juga beberapa daerah lainnya. Sebab, persatuan dan kesatuan diperlukan ditengah guncangan dan rongrongan ummat agama lainnya.

"Kami juga melakukan ini sebagai bentuk membangun persatuan ummat, khususnya di Kota Cilegon. Jangan sampai ummat terpecah belah dan mudah diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga ummat islam tercerai berai," jelasnya.

Helldy mengungkapkan, kegiatan istigosah besama dengan ulama, santri dan warga akan rutin dilakukan setiap satu bulan sekali. Hal tersebut dilakukan, agar silaturahmi tetap terjalan dan ummat Islam semakin kuat. Ditambah lagi, dengan kegiatan istigosah generasi muda bisa melakukan kegiatan positif dan meminimalisir aktifitas negatif.

"Ini perdana dan direncanakan dibuat pengajian atau juga dzkir bulanannya. Kami harap kegiatan positif ini selalu berjalan. Semakin dekat kita dengan ulama maka akan semakin positif juga kehidupan yang dijalani," ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Pesantren Bani Syafii Lingkungan Cikerut, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber Mundzir menerangkan, kegiatan yang dilakukan bersama oleh santri dan warga dengan melakukan dzikir adalah hal yang positif.

Sebab, hal itu juga menjadi bagian dari bagaimana tetap mendoakan para ulama terdahulu yang berjuang dalam menegakkan Islam dan mensiarkannya di tanah Cilegon. "Dalam dzikir ini juga bagian dari kita mendoakan para ulama terdahulu. Bahkan, kita juga bersama mendoakan sesama muslim. Dengan adanya acara ini diharapkan juga mampu mempertebal keimanan dan ketakwaan kita semua," terangnya.

Warga Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Juju Jumaro mengatakan, dzikir atau istigosah menjadi kegiatan positif yang dilakukan. Apalagi sebagai generasi muda hal tersebut harus terus dilakukan sebagai bagian aktifitas kerohanian.

"Kami sebagai kaum muda menyambut positif rencana adanya istigisoh bulanan yang akan dilakukan. Selain memperkuat silaturahmi ini juga menjadi kegaitan positif. Selain dzikir kami harap jugaada berbagai kajian keislaman yang dilakukan disini," katanya. (uri)


Beri komentar


Security code
Refresh