Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


TPA dan TK Diteror


CILEGON - Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Nurul Huda yang berada di RT 01/02, Linkungan Sukajadi, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak mendapat teror dari orang yang tidak dikenal. Teror dilakukan dengan aksi pelemparan batu menyasar kaca TPA Nurul Huda, Minggu (7/1).

Diketahui, lokasi TPA Nurul Hudan bersebelahan dengan warung penjual minuman keras (Miras) yang ditutup paksa Pemerintah Kelurahan Mekarsari pekan lalu. Namun, pihak TPA Nurul Huda maupun pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak tidak ingin mengaitkan kejadian tersebut dengan penutupan Miras yang terjadi pekan lalu. 

Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kecamatan Pulomerak selaku pembina TPA Nurul Huda, Muhidin mengatakan, Minggu (7/1) pagi pihaknya mendapat kabar dari salah seorang warga Sukajadi bahwa kaca depan TPA Nurul Huda pecah. Awalnya, Ia hanya menyangka kaca TPA pecah karena anak bermain bola di sekitar TPA. Namun, di dalam TPA terdapat dua buah batu diperkirakan ukurannya lebih besar dari bola tenis berada di dalam TPA.

"Kemarin pagi (Minggu -red) saya dapat kabar dari warga melalui Whatsapp, katanya kaca TPA pecah. Saya jawab itu paling anak main bola. Namun, warga yang memberi tahu ke saya bilang lagi kalau di dalam ruang TPA ada dua batu besar," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di TPA Nurul Huda, kemarin.

Setelah mengetahui kaca TPA Nurul Huda pecah, Muhidin lantas bergegas menuju TPA Nurul Huda sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah melihat lokasi, Ia lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan dan Polsek Pulomerak. "Tidak lama kemudian, orang Polsek datang ke sini dan saat ini sedang ditindaklanjuti," jelasnya.

Menurut Muhidin, warga sekitar tidak ada yang mengetahui kejadian pelemparan batu tersebut dilakukan kapan, namun ada salah satu warga yang mendengar suara seperti kaca pecah. "Ada warga yang dengar suara kaca pecah sekitar pukul 23.00 WIB, malam minggu," tuturnya.

Dijelaskan Muhidin, kejadian tersebut diduga berupa teror kepada pihak TPA Nurul Huda ataupun ketidaksukaan terhadap dirinya selaku pembina TPA Nurul Huda. Namun, Ia mengaku sampai saat ini tidak memunyai masalah pribadi dengan siapapun. "Kita tidak bisa menduga ini ulah siapa dan dilakukan karena apa, kita serahkan saja kepada pihak kepolisian saja," jelasnya.

Ditambahkan Muhidin, akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 juta. Sementara, untuk pembelajaran TK maupun TPA diakuinya tidak akan terganggu. "Senin pagi kita akan perbaiki kaca yang pecah, agar siang bisa digunakan untuk TK sama TPA. Biasanya buat aktivitas itu siang, ada sekitar 95 murid baik TK maupun TPA," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Pulomerak Oman Faturohman mengaku cukup prihatin mendengar kabar tersebut. Sampai saat ini, kejadian teror terhadap TK maupun TPA baru pertama kali terjadi di wilayah Kecamatan Pulomerak. "Kita juga dapat laporan dari pembina TK tersebut, kita arahkan untuk lapor ke kepolisian. Semoga tidak terjadi lagi hal seperti ini," akunya.

Kapolsek Pulomerak Kompol Kamarul Wahyudi mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui motif dari pelemparan tersebut. Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan keterangan. "Kita dapat laporan kemarin pagi, anggota kita langsung suruh ke lokasi mengumpulkan data," katanya.

Kamarul menegaskan, lokasi pelemparan juga tidak dipasang garis polisi agar aktivitas TK dan TPA dapat berjalan kembali. "Kita dapat laporan kemarin pagi, kita tidak bisa mengira-ngira ini pelakunya siapa, yang jelas ada laporan kita proses dan kumpulkan data," tegasnya. (gillang)





Beri komentar


Security code
Refresh