Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Banyak Industri Tuai Masalah


CILEGON - Banyaknya industri yang berdiri di Kota Cilegon menjadikan Cilegon juga dijuluki sebagai kota industri. Namun, keberadaan industri itu juga ternyata diiringi oleh banyaknya masalah. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon akan memanggil beberapa industri yang bermasalah tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Syarif Ridwan mengatakan, saat ini sedang ada masalah di industri yang ada di Kota Cilegon, baik masalah bencana kegagalan teknologi, masalah ketenagakerjaan, maupun masalah lainnya. Pekan ini, pihaknya akan secera bergiliran melakukan rapat dengar pendapat atau hearing dengan beberapa industri yang dinilai memunyai permasalahan. "Senin (hari ini -red) (8/1),

kita akan hearing dengan PT Indorama menanyakan terkait masalah sekuriti yang beberapa hari lalu menyurati kita bahwa ada permasalahan terkait gaji karyawan. Kita panggil PT Indorama, subkon penyedia sekuriti dan perwakilan sekuritinya. Sekalian, kita akan tanyakan terkait bencana kegagalan teknologi yang beberapa waktu lalu terjadi di Indorama," katanya kepada Banten Raya, Minggu (7/1).

Dijelaskan Syarif, pada keesokan harinya Selasa (9/1), pihaknya akan melalukan hearing dengan PT Dover Chemical untuk mengetahui permasalahan kegagalan teknologi yang terjadi beberapa waktu lalu di PT Dover Chemical. Pihaknya akan meminta keterangan dari perusahaan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). "Kalau hari Rabu (10/1), kita akan panggil juga salah satu klinik kesehatan yang beralamat di PCI (Pondok Cilegon Indah) ini terkait masalah ketenagakerjaan juga," jelasnya.

Syarif menambahkan, pemanggilan beberapa industri tersebut, guna mencari solusi untuk menyelesaikan masalah yang saat ini ada di industri. "Kita juga sering mendapat keluhan dari masyarakat atau konstituen politik kita, jadi keberadaan industri dan masyaraakat harus bersinergi," tambahnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Erick Rebi'in menegaskan, pasca dilakukan hearing antara beberapa industri dengan DPRD Kota Cilegon, nantinya pihaknya akan menyampaikan hasil pertemuan kepada masyaraakat. "Adanya ledakan di PT Dover dan PT Indorama beberapa waktu lalu membuat warga sekitar industri cukup resah, namun warga tidak mengetahui apa yang terjadi dan seberapa bahaya ledakan industri yang terjadi. Kita akan meminta penjelasan industri, agar kita bisa menyampaikan kepada warga jika ledakan yang terjadi kemarin tidak berbahaya," tegasnya.

Menurut Erick, keberadaan industri dan masyaraakat harus bisa berdampingan. Industri diminta untuk bisa bersinergi dengan warga, sebagai contoh untuk memberikan sosialisasi ketika adanya kegagalan di industri agar masyarakat tidak resah. "Hal itu dilakukan, agar ketika terjadi hal yang tidak diinginkan warga di sekitar industri tahu untuk proses evakuasi maupun apa yang harus dilakukan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan datang," tuturnya.

Sementara itu, Corporate Affair PT Indorama Chemical Malim Hander Joni mengatakan, memang ada pemanggilan pihak PT Indorama terkait dengan masalah sekuriti. Namun, Ia menampik jika permasalahan tersebut berkaitan langsung dengan PT Indorama.

Dirinya juga tidak mengetahui, jika pemanggilan DPRD Kota Cilegon kepada pihak PT Indorama juga terkait semburan purified terephthalic acid (PTA)  yang terjadi beberapa waktu lalu. "Itu kalau pemanggilan terkait dengan outsorchingnya, kan ada subkon," katanya. (gillang)







Beri komentar


Security code
Refresh