Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Pemkot Diminta Segera Serahkan Lahan TTM


CILEGON
- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk segera melakukan penyerahan lahan Terminal Terpadu Merak (TTM) kepada Kemenhub RI. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai luas tanah yang akan diserahkan Pemkot Cilegon kepada Kemenhub RI.

Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub RI Budi Setiyadi mengatakan, sampai saat ini Pemkot Cilegon belum memberikan angka resmi mengenai luas lahan TTM yang akan diserahkan kepadanya. Hal tersebut dianggap mengganggu pembangunan Dermaga Premium yang akan ada di Pelabuhan Penyeberangan Merak.

"Kita akan bangun Terminal Multimoda di situ, baik bus, kapal, maupun kereta api akan menjadi satu. Tapi, ini lahannya tak kunjung diserahkan, jadi pembangunan Dermaga Premium tidak bisa cepat," kata Budi kepada Banten Raya, Minggu (4/2).

Dijelaskan Budi, Kemenhub RI sendiri menerima berapapun luas lahan yang akan diserahkan oleh Pemkot Cilegon. Sampai saat ini, Pemkot Cilegon belum menyerahkan karena dalam perhitungan luas tanah sedikit berubah. "Kalau berubahnya sedikit kenapa harus diperlambat lagi. Kalau Terminal Multimoda segera jadi, Pemkot Cilegon juga kan dapat PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari pusat," jelasnya.

Menurut Budi, jikapun Pemkot Cilegon akan meraup Pendapat Asli Daerah (PAD) langsung dari TTM, maka bisa saja nanti Kemenhub RI atau PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry memberikan ruang untuk kerjasama di lahan TTM. "Tapi, kita minta cepat kalau sertifikat tanahnya mau dipecah. Nanti Pemkot Cilegon juga kita beri ruang kerjasama disitu. Ini Pilot project pertama yang mengoneksikan kapal, bus, dan kereta api," tuturnya.

Budi mengaku, pihaknya telah mengundang Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi untuk membahas masalah tersebut di Kemenhub RI. Dari luas sekitar 6,6 hektar, Pemkot Cilegon rencananya mau memberikan lahan 2,4 hektar untuk Terminal Tipe-A kepada Kementerian Perhububungan RI. "Kita minta cepat, jangan diperlambat agar segera dicatat sama BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kalau tidak diserahkan ke kita malah salah karena itu amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah)," tandasnya.

Kepala TTM Sugiyo mengatakan, sampai saat ini sudah dilakukan pengukuran sebanyak empat kali, namun hingga saat ini belum ada keputusan yang resmi. "Sampai sekarang belum deal juga, pengukuran mah sudah empat kali. Kapan mau dealnya saya gak tahu," katanya.

Sugiyo menjelaskan, menerima berapapun luas tanah yang diberikan oleh Pemkot Cilegon kepada pihaknya. Agar, pihaknya juga segera menata TTM untuk parkir bus, pedagang, dan yang lainnya. "Saat ini kita mau menata parkiran bus, pedagang, juga masih bingung kalau status lahannya belum diserahkan," jelasnya. (gillang)






Beri komentar


Security code
Refresh