Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Pemerintah Dinilai Lemah Sentuh Hiburan Malam


CILEGON -
Para tokoh kiai Nahdatul Ulama (NU) menyoal lemahnya peran pemerintah dalam menertibkan tempat hiburan yang ada di Kota Cilegon. Bahkan, para ulama menilai jika Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon memiliki syahwat yang lemah saat menyentuh persoalan tempat hiburan yang sudah jelas merusak moralitas dan kehidupan religius warga Kota Cilegon yang dilebeli sebagai kota santri.

"Kami curiga dan akhirnya suudzon (berprasangka buruk) terhadap para pimpinan jangan-jangan sudah menerima imbalan. Harusnya jika sudah jelas ilegal dan izinnya tidak jelas maka pemerintah bisa dengan tegas menutup tempat hiburan sebagai sarang maksiat," kata Ketua NU Kota Cilegon Hifdulloh kepada Banten Raya, kemarin.

Hifdulloh menjelaskan, tempat hiburan malam selain ilegal keberadaanya juga merusak moralitas dan kehidupan beragama di Kota Cilegon yang religius. Para generasi muda disuguhkan dengan hal-hal yang berbau seks dan minuman keras. Pemerintah seharusnya mampu berfikir dengan jernih jika generasi kedepan akan sangat rusak karena hiburan malam.

"Para pimpinan seharusnya bisa berfikir untuk generasi selanjutnya bukan hanya saat ini. Bagaimana keberkanjutan generasi kita kedepannya jika hal-hal yang berbau pornografi menjadi ilegal dan minuman beralkohol yang jelas merusak diperdagangkan dengan bebas," jelasnya.

Hifdulloh mengungkapkan, selain ilegal dan menjadi tempat maksiat, tempat hiburan malam juga sering menimbulkan situasi yang mengganggu kamanan dan ketertiban. Sudah banyak kejadian yang sangat meresahkan warga ada dan terjadi di tempat hiburan. Pemerintah diminta untuk melihat dengan jelas dan berfikir secara cerdas.

"Jelas mengganggu ketertiban beberapa kali persoalan keributan yang bahkan sampi menelan korban jiwa terjadi ditempat itu (hiburan malam-red). Apalagi yang menjadi pemikiran dan pertimbangan pemerintah, sehingga menjadi lemah dalam mengambil keputusan," ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Daerah I Taufiqurrohman tidak bisa menampik jika keberadaan tempat hiburan ilegal. Para pengelola hanya memiliki izin hotel dan bukan izin untuk hiburan malam, baik diskotik maupun bar.

"Memang izinnya hanya pengelolaan hotel saja yang didalamnya ada karaoke keluarga. Tidak pernah ada izin lainnya. Apalagi persoalan live musik (diskotik) dan bar atau tempat lainnya yang berbau maksiat," ucapnya.

Saat ditanya persoalan apakah Pemkot Cilegon berani menutup tempat hiburan, Taufiq tidak secara gamblang menjawab. Sebab, hal tersebut mesti dilakukan kajian bersama."Dulu kita pernah mau mencabut izin hotelnya karena membandel dengan tidak mengindahkan Perwal (Peraturan Walikota) artinya kami pasti bisa melakukannya (Menutup-red). Tinggal cabut saja izin hotelnya," katanya. (uri)


Beri komentar


Security code
Refresh