Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 244 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Empat Raperda Inisiatif Segera Disosialisasi


Tangsel
- Sebanyak empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) segera memasuki tahap public hearing alias sosialisasi. Nantinya, sosialisasi yang dilakukan ini bakal melibatkan sejumlah elemen masyarakat di Tangsel.

Keempat Raperda Inisiatif itu, antara lain Raperda Kota Layak Anak, Raperda Santunan Kematian, Raperda Produk Hukum Daerah dan Raperda Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Tahapan-tahapan penyusunan Raperda sudah dilalui dan segera memasuki tahapan sosialisasi.

Anggota Pansus Raperda Kota Layak Anak, Iwan Rahayu mengatakan sosialisasi nantinya betul-betul melibatkan banyak mitra terkait masing-masing Raperda. Agar nantinya ketika disahkan menjadi Perda maka seluruh pihak serta masyarakat Kota Tangsel bisa mentaati aturan tersebut.

"Terlebih lagi untuk Raperda Kota Layak Anak. Kami berencana akan melibatkan tokoh masyarakat, elemen organisasi ibu-ibu, serta kalangan organisasi lainnya, dan juga beberapa dinas terkait dengan Raperda tersebut," katanya menjelaskan kepada wartawan, Kamis (18/5).

Politikus PDIP ini menambahkan, pelibatan elemen masyarakat ini penting agar nantinya mereka tahu bahwa regulasi ini kalau sudah disahkan nanti harus ditaati bersama-sama. Jika sosialisasi mengenai Raperda tersebut tidak dilakukan merata, khawatir nantinya pesan yang disampaikan dalam Raperda tersebut tidak sampai ke masyarakat.

"Kalau kita sosialisasinya hanya setengah-setengah saja, maka pesannya tidak sampai dan Perda ini nantinya banyak yang melanggar karena tidak tahu adanya aturan ini. makanya memang perlu sangat optimal tahap sosialisasinya," ujarnya.

Senada dikatakan Anggota Pansus Raperda Santunan Kematian, Eeng Sulaiman. Politikus PPP ini mengatakan sosialisasi Raperda Santunan Kematian harus dilakukan fokus dan meluas. Terlebih, yang menjadi objek Raperda ini adalah masyarakat miskin di Kota Tangsel.

"Raperda ini sosialisasinya memang harus fokus, karena kita itu memiliki target yang speisifik, yaitu masyarkaat miskin di Kota Tangsel. Kalau tidak disosialisasikan, pesannya tidak akan sampai ke masyarakat yang menjadi target," tandasnya. (iwan)

Beri komentar


Security code
Refresh