Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 208 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 260 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 226 | Komentar

Baca


Kampung Bekelir, Daya Tarik Baru Kota Tangerang



KOTA TANGERANG - Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menyejahterakan masyarakat melalui konsep "Kota Layak Dikunjungi" secara perlahan mulai menampakkan hasil.
Dengan mandiri masyarakat bersama dengan pihak swasta mulai mengembangkan konsep "Kampung Wisata" yang menonjolkan kekhasan masing-masing, mulai dari Kampung Anak di Larangan Utara,

Kemudian Kampung Warna-Warni di Kelurahan Tanah Tinggi, dan yang masih hangat "Kampung Bekelir" yang berada di RW 01 Kelurahan Babakan, Kota Tangerang. Walikota Tangerang  Arief R. Wismansyah yang membuka langsung acara tersebut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh lapisan masyarakat yang terlibat. "Ini contoh ide yang dibuat menjadi kongkret, dan ini patut diapresiasi," ujarnya, Minggu (30/7).

"Mudah-mudahan ini menjadi destinasi wisata baru di kota Tangerang," tuturnya. Setelah secara rutin menggelar berbagai event lokal yang berkelas nasional seperti Festival Cisadane, Festival Budaya, Festival Kuliner, dan beberapa festival lainnya, dimana melalui event-event tersebut banyak kemudian bermunculan berbagai khasanah budaya masyarakat Tangerang yang bisa dijual di taraf nasional bahkan internasional.

Sehingga tidak mengherankan bila kemudian bermunculan berbagai event yang diinisiasi oleh masyarakat secara mandiri untuk lebih menonjolkan kearifan lokal masyarakat Kota Tangerang yang beragam.
"Mudah-mudahan ini juga bisa menginspirasi kampung-kampung lain untuk bergerak, sehingga kedepannya ada 1000 kampung wisata dengan ciri khasnya masing-masing," serunya.

Walikota juga menegaskan kembali tekadnya untuk menyejahterakan masyarakat melalui pengembangan "Kampung Wisata". "Inisiasi ini perlu kita apresiasi, karena ini bukan suatu hal yang sederhana, kita punya cita-cita besar bagiamana memajukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk perekonomian," ungkapnya.

"Dan ini secara progresif terus berjalan tentu tujuan untuk menjadikan kota yang Hidup atau Live tentu masyarakat mendapatkan peningkatan terutama kesejahteraan," paparnya. Oleh karenanya, Wali Kota mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk terus menggali berbagai potensi yang ada di lingkungannya masing-masing, sehingga ada nilai jual yang bisa menjadi daya tarik masyarakat luar untuk datang ke Kota Tangerang.

"Terlebih kita punya Bandara Internasional Soekarno Hatta," tegasnya. "Di Malang yang pesawatnya hanya empat kali sehari, karena masyarakatnya berfikir kreatif banyak yang datang, ada satu RW penghasilannya empat tahun 1 Milyar," terangnya.

"Maka yang ingin kita bangun disini lewat Kampung Bekelir, kita ingin memunculkan kekayaan budaya lokal menjadi potensi untuk kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Syukron Ketua Penyelenggara menyampaikan Kampung Bekelir mengusung konsep Kampung Wisata yang menonjolkan kekhasan budaya Tangerang yang tersaji melalui mural, grafiti dan lukisan yang menghiasi 300 rumah yang ada di RW 03 Babakan. "Kami berharap pengecatan 300 rumah tersebut selesai di tanggal 16 Agustus," paparnya.

Communication Manager Project Kampung Bekelir, Andika Panduwinata mengatakan, warga sekitar bersama para seniman dari berbagai daerah, dan sejumlah negara terlibat dalam kegiatan melukis atau membuat mural.
"Konsepnya dengan cara melukis dinding yang bertemakan kearifan lokal di Kota Tangerang," kata Andika. Dia menjelaskan, para seniman bukan hanya melukis, juga memperkenalkan kearifan lokal yang merupakan bagian dari budaya. Adapun dinding rumah warga sebagai medianya.

Dalam pembuatan Kampung Berkelir ini, ada 300 rumah warga yang dijadikan media untuk melukis. Para seniman gambar dari Bandung, Yogyakarta, Cilacap, Semarang. Bahkan adapula seniman dari mancanegara, salah satunya dari Filipina.

"Mereka membuat lukisan tiga dimensi tentang ikon Kota Tangerang, seperti Lenggang Cisadane, Gambang Kromong, Cokek, Laksa, Masjid Al Azhom dan masih banyak lagi yang lainnya," ungkapnya. (*/andi)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir