Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


Tawuran Pelajar Kembali Marak


TANGERANG - Aksi tawuran pelajar di Tangerang kembali marak. Setidaknya ada dua aksi tawuran pelajar yang terjadi pada Jumat (11/8) kemarin, dan satu berhasil digagalkan polisi.

Informasi yang diperoleh, tawuran pertama terjadi antara pelajar dari SMAN 1 Maja dan SMKN 27 Kabupaten Tangerang, di Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang. Kapolsek Tigaraksa Kompol Agus Hermanto mengatakan, tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan tidak ada pelajar yang terluka dalam peristiwa tersebut, karena personel dari Polsek Tigaraksa bersama Koramil Tigaraksa segera datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari warga.

“Begitu mendapatkan laporan, anggota kami langsung meluncur ke lokasi,” ujar Kompol Agus Hermanto seperti dikutip dari portal berita Polresta Tangerang, Minggu (14/8). Dalam tawuran itu, polisi mengamankan 9 pelajar dari kedua sekolah. Mereka kemudian digelandang ke Mapolsek Tigaraksa untuk diberikan pembinaan.

“Kami berusaha mendekati para pelajar ini dengan sentuhan kasih sayang, karena kami yakin mereka sebenarnya bukan anak-anak yang nakal, hanya butuh perhatian lebih,” papar Kapolsek.

Selanjutnya, para pelajar tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan tidak terpuji berupa tawuran tersebut. “Kami akan lebih intens menggelar Pos Cisadane (Polisi Cinta Siswa, Pemuda dan Edukasi) untuk melakukan pembinaan kepada pelajar dan sekolah yang siswanya sering terlibat tawuran.

Segingga dengan terbangunnya hubungan emosional antara polisi dengan siswa, tawuran diharapkan tidak akan terjadi lagi,” paparnya. Para pelajar tersebut akhirnya diminta untuk saling bersalaman dan saling memaafkan. Petugas kemudian melepaskan mereka dan meminta untuk tak pernah lagi terlibat tawuran.

Kapolsek juga mengharapkan peran orangtua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, sehingga perilaku menyimpang dikalangan remaja bisa diredam. “Peran dan dukungan dari semua pihak, terutama para orang tua sangat penting untuk mengatasi perilaku menyimpang dikalangan remaja,” tandasnya.

Polisi Amankan Pisau, Celurit, dan Gergaji Es.
Di hari yang sama, Polsek Cikupa juga mengamankan 11 pelajar dari dua sekolah yang akan tawuran di Cikupa. Kapolsek Cikupa Kompol Idrus Madaris mengatakan, 11 pelajar tersebut terdiri dari lima orang pelajar SMK Korpri Balaraja dan enam orang pelajar SMK Pembangunan Tigaraksa. “Sebelas pelajar tersebut diamankan personel Polsek Cikupa di Jalan Raya Serang saat hendak tawuran,” ujar Kompol Idrus.

Setelah diperiksa, empat pelajar kedapatan membawa senjata tajam, di antaranya dua bilah pisau, satu celurit, dan satu gergaji es. Kemudian, para pelajar tersebut digiring ke Mapolsek Cikupa untuk diberikan pembinaan. Sementara itu, tujuh pelajar dipersilahkan pulang, namun empat pelajar yang kedapatan membawa sajam masih ditahan di Mapolsek Cikupa.

“Kami akan memanggil Wali Kelas dan Orang tua empat pelajar yang membawa sajam tersebut,” imbuh Kapolsek.

Ditambahkannya, dirinya pun sangat menyayangkan generasi muda mencoba meraih kebanggaan diri dengan cara yang salah. “Sebagai pelajar, semestinya mengejar prestasi yang bisa jadi kebanggaan orang tua, guru dan lingkungan. Meraih kebanggan diri bukan dengan pamer kekuatan lewat tawuran, tapi melalui prestasi,” tegas kapolsek. (*/marjuki)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir