Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Stok Aman, Harga Garam Masih Mahal


KOTA TANGERANG - Harga garam di Kota Tangerang masih mengalami kenaikan hingga Senin (21/8) lalu. Kenaikan tersebut masih dipicu berkurangnya distribusi garam beryodium di Kota Tangerang.

"Saat ini masih mengalami kenaikan, karena stoknya belum banyak," ujar Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya Kota Tangerang Titin Mulyatin, kemarin. Meski begitu, Titin menuturkan, stok garam di Kota Tangerang dapat dikatakan aman. Pasalnya, di seluruh pasar garam dapat dibeli meski harga melonjak.

"Stoknya aman, memang di Pasar Malabar sempat tidak ada garam sama sekali, tapi saat ini sudah tersedia dan bisa dibeli oleh masyarakat," ujarnya.  Titin menjelaskan, saat ini harga garam masih dikisaran harga Rp 2.500 sampai Rp 4.000 per bungkus. Padahal harga normalnya hanya berkisar Rp 1.000 per bungkus.

"Saat ini harga garam yang masih dikisaran harga Rp 4.000 itu di Pasar Poris Indah dan Pasar Bandeng, sementara di Pasar Anyar Rp 3.000 dan Pasar Malabar, Ramadani, dan Jatiuwung Rp 2.500," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Agus Sugiono menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor garam yang ada di Kota Tangerang.

"Kita berkoordinasi dengan distributor garam yang ada di Kota Tangerang, dan mengecek langsung ke pedagang-pedagang di pasar," ujarnya.  Agus menjelaskan, suplai barang memang berkurang dari daerah penghasil garam. Namun, ia menjamin tidak ada penimbunan.

"Memang suplainya berkurang dari penyuplai garam di Madura, Pati dan Cirebon karena gagal panen akibat cuaca yang tidak mendukung. Jadi kelangkaan garam bukan karena adanya spekulasi," tegasnya. (*/marjuki)

Beri komentar


Security code
Refresh