Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


Penanganan Masalah Lingkungan Perlu Aksi Nyata


KOTA TANGERANG - Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah mengajak masyarakat melakukan aksi nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang telah menjadi isu global.

Hal tersebut disampaikan walikota saat membuka acara Sosialisasi Pengendalian Dampak Perubahan Iklim yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang di Ruang Akhlakul Karimah, Rabu (23/8). "Pengendalian dampak perubahan iklim butuh langkah kongkrit. Kita butuh rencana aksi bagaimana kita mengembalikan lingkungan kita," ujarnya.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, sekolah, perguruan tinggi, LSM, Pramuka Kwarcab Kota Tangerang, pelaku industri, TNI/Polri dan juga Masyarakat Kampung Hijau.

Walikota menyatakan, sudah bukan saatnya lagi kita berwacana. "Ayo kerja kongkret untuk menjadikan Kota Tangerang kota yang nyaman yang berwawasan lingkungan demi masa depan anak dan adik-adik kita semua," tegasnya.

Oleh karena, lanjut walikota, pihaknya selama ini terus gencar menyosialisasikan arti penting kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sedini mungkin, seperti lewat program Sekolah Adiwiyata yang mengenalkan konsep pelestarian lingkungan sejak usia sekolah.

"Adik-adik yang usianya di bawah dua puluh tahun angkat tangan, kalian semua ini dua puluh tahun kedepan bisa buktikan, kalau mandi aja susah, bila dari sekarang kalian tidak berusaha untuk menjaga kelestarian lingkungan yang ada," ungkapnya.

Walikota mengatakan, semakin susahnya orang untuk mendapatkan akses air bersih. "Saya setahun yang lalu mandi di wilayah Benda, airnya itu sudah payau, coba kalau kita terus menerus maksa ambil bersih dari ketersediaan air yang terbatas mungkin yang tinggal di Cipondoh enggak lama lagi airnya juga jadi payau," terangnya.

Walikota juga menyampaikan bahwa konsep pengendalian dampak perubahan iklim juga harus bisa memberikan dampak nyata terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Karena apa ? Bila masyarakat meraskan langsung manfaat dari konsep yang kita buat, mereka tanpa diminta pun akan ikut terlibat.

Makanya ketika kemarin ada ketua RW yang mau bikin Kampung Bekelir, saya dukung habis, selain bisa membuat lingkungan jadi lebih hijau, ada dampak ekonomi yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat di RW tersebut," ujarnya.

"Ketika masyarakat banyak yang berkunjung ke kampung tersebut, akan membuka peluang bisnis yang lain, seperti oleh-oleh. Ini sama ketika saya berkunjung ke salah satu kampung di Malang yang konsepnya juga hampir sama, hampir setiap rumah mereka punnya produk unggulan, ada keripik, ada kerajinan tangan," sambungnya.

Oleh karenanya, kata walikota, kedepan untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, pihaknya akan "memaksa" masyarakat untuk sedekah oksigen melalui program satu rumah satu pohon.

"Setiap RW harus mewajibkan warganya untuk menanam minimal satu pohon di rumahnya masing-masing, kalau warganya enggak mau nanam pohon jangan kasih stempel Pak RW, kalau ngurus ijin nikah atau tempat tinggal kudu nanam pohon dulu," seru walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Engkos Zarkasih mengatakan, untuk meminimalisir dampak dari perubahan iklim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melakukan beberapa program. "Kita sudah lakukan beberapa kegiatan ya seperti program adiwiyata disetiap sekolah Kota Tangerang, Kampung Sehat, Kampung Hijau, serta Program atau Sosialisasi seperti saat ini," ujarnya.

Dalam sosialisasi yang diikuti 150 peserta, Engkos menyampaikam bahwa ada beberapa strategi untuk menyelamatkan bumi tercinta. "Strateginya Pemerintah Kota mengelurkan peraturan terkait pengelolaan iklim, meningkatkan peran masyarakat untuk mencintai lingkungan serta melibatkan pihak ketiga seperti pelaku industri ataupun swasta yang ada di Kota Tangerang," paparnya.

Peserta yang hadirpun sangat berantusias sebab materi yang diberikan sangat lugas dan bermakna bahwa memang bumi kita sudah menua dan harus diselamatkan.
"Bagus banget materinya, jadi menyadarkan kita untuk lebih memperhatikan lingkungan, menjaga dan tentunya merawat," ujar Rusdi salah satu peserta. (*/marjuki)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir