Mahasiswa Galang Dana untuk Rohingya


TANGERANG – Satuan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Kota Tangerang menggelar aksi simpatik dan pengalangan dana peduli Muslim Rohingya di Tugu Adipura, Cikokol, Minggu (3/9) kemarin.

Sebanyak 50 peserta aksi dari berbagai kampus di Kota Tangerang seperti Kampus Raharja, UNIS, BSI Cimone, Poltekkes, Asyukriah, Binus, Insan pembangunan dan kampus Gunadarma Kota Tangerang, berkumpul meminta pemerintah Indonesia untuk menyatakan sikap terhadap pemerintah Myanmar.

FSLDK mengecam aksi kekejaman dan kejahatan yang ditujukan kepada Umat Muslim Rohingya. Karena, apa yang dilakukan oleh pemerintah setempat telah melukai umat Islam di seluruh dunia.
Zuhdi (23) koordinator lapangan dari kampus Binus mengatakan, aksi ini merupakan aksi simpatik terhadap saudara-saudara di Rohingya.

"Jadi ini bentuk aksi simpatik sekaligus melakukan penggalangan dana terhadap mereka yang dibantai dan diusir dari negeri mereka. Bahkan saat mereka mengungsi ke Bangladesh pun mereka tidak diterima," ujarnya.

Ia menambahkan, aksi peduli ini akan terus dilakukan hingga tujuh hari ke depan.“Kita akan menggalang dana ke internal kampus masing-masing dengan membawa kotak amal yang bertulis 'untuk rakyat Rohingya', " ujarnya

Sementara Riska Harliyani (25) mahasiswi UNIS mengajak teman-teman untuk ikut membantu dengan memberikan dukungan. "Suport saudara-saudara kita. Mudah-mudahan dengan niat baik dan penggalangan dana ini dapat membantu saudara kita di Rohingya, untuk sementara kita hanya bisa memberikan bantuan secara materil dan doa," katanya.

Riska sangat berharap pemerintah memperhatikan kamu muslim Rohingya di luar sana. "Saya berharap pemerintah kita sebagai umat muslim, dapat memperhatikan saudara-saudara kita di luar sana dan menolong saudara kita," jelasnya.

Tujuan dari penggalangan dana itu, kata Riska, selain untuk meringankan beban pengungsi Rohingya, juga ingin memberitahu kepada masyarakat bahwa isu ini bukan lagi isu agama melainkan isu kemanusiaan. “Tidak ada agama manapun yang mengajarkan aksi kekerasan dan kekejaman," katanya. (rbnn)