Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Pencegahan Butuh Kepedulian Bersama


KOTA TANGERANG - Kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai saat ini masih belum tertuntaskan. Seperti "gunung es" banyak kekerasan yang tidak terungkap dan tidak berani diungkap. Bisa jadi memang tidak terungkap di lingkungan sekitar yang kurang peduli dan peka terhadap kasus tersebut.

"Dewasa ini, kehidupan urban juga menjadikan seseorang atau sekelompok orang sebagai manusia individualis menjadikan tingkat kepedulian antar sesama kian menurun," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Tangeran Meita Bachraeni, Sabtu (28/10).

Menurutnya, tidak sedikit yang lebih peduli terhadap permasalahan di luar lingkungan dari pada di lingkungan sekitar mereka terhadap kekerasan perempuan dan anak. Namun, Pemkot Tangerang terus berupaya membantu dalam mengungkap dan menyelesaikan berbagai kasus tersebut bersama lembaga-lembaga nonpemerintah.

Semua itu, menurutnya, bertujuan bahwa Pemkot Tangerang sedini mungkin peduli sehingga jumlah wanita dan anak dari kekerasan menurun."Kota Tangerang dengan jumlah penduduk sebanyak  1,7 juta dan sepertiganya masuk dalam kategori anak menujukkan masih adanya potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita bersama lembaga terkait sudah menyusun program-programnya ditahun 2016 yang lalu," terangnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Irna Rudiana, mengatakan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangerang yang terlaporkan masih cukup tinggi.Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Perberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota, pada 2014 tercatat 61 kasus kekerasan pada perempuan dan 36 kasus kekerasan pada anak, tahun 2015 sebanyak 113 kasus kekerasan pada perempuan atau naik 77 kasus, dan kekerasan pada anak juga naik menjadi 87 kasus.

Pada 2016, angka kekerasan pada perempuan tetap yakni 113 kasus dan kekerasan pada anak turun menjadi 74 kasus. Tahun 2017 ini, sementara tercatat sebanyak 7 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan 26 kasus kekerasan pada anak.

"Upaya Pemerintah Daerah Kota Tangerang telah melakukan pencegahan, penanganan dan rehabilitasi secara sosial, bahkan telah banyak membantu mereka terhadap perempuan dan anak untuk kita tolong," terangnya seraya menambahkan Pemkot Tangerang telah membentuk P2TP2A yang berperan sebagai unit krisis center yang melakukan upaya perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

"Mudah mudahan melalui fungsi layanan pencegahan, penanganan dan pemberdayaan secara lebih baik.  Disamping itu juga telah ditetapkan Perda Nomor 2 Tahun 2015 mengenai Perlindungan Anak," harapnya.

Namun demikian, lanjutnya, dengan adanya program/kegiatan yang telah dilakukan belum sepenuhnya mampu menurunkan jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Karena itulah dibutuhkan peran serta masyarakat yang lebih luas lagi dalam membangun kepedulian terhadap masalah ini. Kepedulian masyarakat di Kota Tangerang ditunjukkan dengan terbentuknya berbagai komunitas dan lembaga pemerhati perempuan dan anak," pungkasnya.(*/andi)

Beri komentar


Security code
Refresh