Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Penganiaya Pasangan Diduga Mesum Diamankan


KAB. TANGERANG - Aparat Polresta Tangerang mengamankan tiga pelaku penganiayaan terhadap R (28) dan kekasihnya, M (20) yang diduga melakukan tindakan asusila di kontrakan R di Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Sabtu (11/11) malam. Ketiga pelaku berinisial G (41), T (44) dan A (37), yang merupakan warga sekitar kejadian.

“Petugas sudah mengamankan tiga terduga pelaku yang menjadi dalang dalam aksi penganiyayaan tersebut,” kata Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif seperti dikutip dari tribratatangkab.com, Senin (13/11).
Video penganiyaan itu sempat beredar di media sosial. Selain dianiaya, R dan M juga sempat ditelanjangin saat diarak warga menuju rumah aparat kelurahan.

Kapolres menegaskan, apa pun alasannya, tindak kekerasan tidak bisa dibenarkan. Kapolres pun meminta agar segala permasalahan diselesaikan melalui prosedur.“Tidak boleh main hakim sendiri. Harusnya kejadian seperti itu dilaporkan kepada kepala desa atau kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ujar kapolres.

Saat ini, kata kapolres, kedua korban penganiayaan masih dimintai keterangan dan dilakukan visum et repertum guna proses penyidikan lebih lanjut.Selain itu, Polresta Tangerang juga menyiapkan tim psikiater untuk mendampingi kedua sejoli itu.“Tim psikologi dan psikiater sudah kami siapkan untuk memberikan memulihkan kondisi kejiawaan korban,” tegas kapolresta.

Pasca peristiwa tersebut, kata kapolres, kondisi kejiwaan korban mengalami guncangan, karena tindakan main hakim sendiri oleh warga itu direkam oleh seseorang dengan telepon seluler kemudian beredar luas di media sosial. “Jika tidak langsung ditangani, korban akan mengalami trauma yang mendalam,” tambah kapolres. (*/marjuki)


Beri komentar


Security code
Refresh