Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Pengunggah Video Diburu Polisi


KAB. TANGERANG - Selain tiga pelaku yang diduga menjadi provokator penganiayaan dan tindakan asusila R (28) dan kekasihnya, M (20), kini Polresta Tangerang membentuk tim cyber.

Tim cyber tersebut dibentuk untuk memburu pelaku pengunggah video penganiayaan dan asusila pasangan yang dituduh melakukan tindakan asusila di kontrakan R di Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Sabtu (11/11) malam.

Menurut Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif, tindakan pelaku yang mengunggah video yang tidak pantas ke medai sosial (medsos) itu melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).“Pengunggah video itu kita buru karena melanggar hak privasi orang lain dan juga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata kapolresta, kemarin.

Kapolres menjelaskan, saat ini jajaran Polresta Tangerang termasuk tim cyber sedang bergerak menghimpun berbagai informasi. Kapolres pun meminta semua pihak untuk tidak menyebarluaskan video itu agar tidak tersangkut persoalan hukum.“Kami sudah bentuk tim dan dengan bantuan rekan-rekan, semoga dapat segera terungkap serta dapat segera menghilangkan konten pornografi di media sosial,” tegasnya.

Kapolres memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan itu. Apalagi, kata Kapolres, aksi kekerasan itu direkam dan disebarluaskan di media sosial. Hal itu, lanjut kapolres, adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia.“Orang-orang yang terlibat termasuk orang-orang yang turut merekam akan kami mintai keterangan. Intinya, ini negara hukum, tidak boleh tindakan main hakim sendiri kita biarkan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah mengamankan tiga pelaku yang diduga melakukan provokasi berinisial G (41), T (44) dan A (37), warga sekitar kejadian.Untuk diketahui, R (28) dan kekasihnya, M (20) dianiaya dan diarak dengan kondisi setengah telanjang setelah ditangkap warga di kontrakan R di Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Sabtu (11/11) malam. Pasangan in dituduh berbuat mesum. (*/marjuki)


Beri komentar


Security code
Refresh