Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Sekolah Disabilitas Ganda Tersendat


SERPONG - Belum adanya sekolah khusus bagi penyandang disabilitas ganda di Tangsel mendapat perhatian dari ketua Yayasan Sayap Ibu cabang Provinsi Banten. Pasalnya belum keluarnya Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Banten Wahidin Halim ditengarai menjadi penyebab utama lambatnya pembangunan sekolah.

Ketua Yayasan Sayap Ibu cabang Provinsi Banten, Renowati Hardjosubroto mengatakan, hinga kini pihanya masih menunggu terbitnya SK dari Gubernur Banten terkait pendirian sekolah bagi penyandang disabilitas ganda.

Mengingat keberadaan disabilitas sangat penting, pihaknya mengimbau masyarakat untuk sama-sama membantu mendirikan sekolah bagi penyandang disabilitas ganda.“Terutama bagi keluarga prasejahtera yang memiliki anak disabilitas, mereka belum memiliki akses untuksekolah. Dan mungkin hanya kami pionernya  mendirikan sekolah disabilitas ganda,” ujarnya, Rabu (22/11).

Reno mengatakan, terkendalanya penerbutan SK Gubernur karena terkendala pada perubahan perizinan, sehingga pihaknya harus mengulang kembali pengurusannya melalui Dinas Perizinan Satu Pintu dan Dinas Penanaman Modal. “Sekarang kan perizinannya online  dan perlu NPWP pribadi. Kita tetap jalan. dan mudah-mudahan seiring berjalannya usaha
kami SK tersebut segera tutun,” tambahnya.

Dia mengharapkan di hari penyandang disabilis yang jatuh pada tanggal 3 Desember mendatang, pihaknya mengharapkan Gubernur Banten segera dapat mengeluarkan SK pendirian sekolah khusus bagi penyandang disabilitas ganda. Mengingat sudah hampir satu tahun pihaknya menanti keluarnya SK dari Gubernur Banten Wahidin Halim. Sekadar diketahui hingga kini di Selokah Luar Biasa Provinsi Banten baru melayani single disabilias dan belum melayani penyandang disabilitas ganda.

Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar Pemrov Banten segera mengeluarkan SK, antara lain dengan mendapatkan rekomendasi dari Pemkot Tangsel dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Pada dasarnya (Pemkot Tangsel,red) sangat mendukung dan membantu untuk mendirikan sekolah tersebut, karena hanya prosesnya yang harus dijalani setiap tahapannya,” tambahnya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Tangsel, Sri Lintang Rosiyani mengatakan, sejatinya sekolah negeri maupun swasta harus menerima anak penyandang disabilitas di Tangsel. Menurut anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sejatinya Tangsel tidak perlu mendirikan sekolah disabilitas ganda, melainkan harus mendirikan pusat terapi bagi anak penyandang disabilitas ganda.

Bahkan, pihaknya mengaku siap mensuport yayasan tersebut mendirikan pusat rehabilitasi anak penyandang disabilitas ganda. “Kalau mereka (Yayasan sayap ibu,red) mau mendirikan di Tangsel kami siap support, tetapikan itu izinnya Provinsi. Insya allah kalau mereka mau minta bantuan kita, saya coba hubungi teman DPRD sana untuk disuport,” pungkas anggota dewan yang juga merupakan Ketua Badan Pembuatan Peraturan Derah (Bapemperda) ini. (rbnn)

Beri komentar


Security code
Refresh