Crime News

Pembunuh Sri Wahyuni Ditangkap

KOTA TANGERANG - JAH, teman lelaki Sri Wahyuni, perempuan yang ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 22 November 2014 | Klik: 28 | Komentar

Baca

Dua Kasus Narkoba Dibongkar

News image

SERANG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten berhasil membongkar dua ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 22 November 2014 | Klik: 10 | Komentar

Baca

Mayat di Bandara Ternyata Sri Wahyuni

News image

KOTA TANGERANG - Mayat yang ditemukan dalam mobil Honda Freed wa...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 November 2014 | Klik: 26 | Komentar

Baca


25 SK CPNS K2 Diduga Palsu


TANGSEL
- Pegawai di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya pegawai honorer K2 yang tak lolos seleksi semakin memanas. Terlebih, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyebutkan ada dugaan pemalsuan Surat Keterangan (SK), sebagai syarat administrasi yang harus dipenuhi tenaga Honorer K2 untuk diangkat jadi CPNS.
Hingga Minggu (23/2), LIRA sudah menerima 25 nama CPNS yang lolos dari jalur K2 ditengarai bermasalah. Mereka diduga memalsukan SK pengangkatan untuk dapat ambil bagian dalam seleksi CPNS melalui jalur K2. “Modusnya, mereka memalsukan SK pengangkatan mereka dan langsung menjadi honorer K2,” terang Sekot LIRA Kota Tangsel, Muhammad Acep.

Masih menurutnya, hasil investigasi LIRA atas aduan masyarakat tersebut menemukan bahwa para honorer K2 tersebut rata-rata baru bekerja dua tahun. Namun, mereka dinyatakan lolos PNS dari jalur K2. “Padahal, syarat administratif pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS, sekurangnya lima tahun sudah mengabdi. Di sini letak dugaan kecurangannya. Mereka baru dua tahun sudah dinyatakan lolos. Padahal dalam aturan sekurangnya lima tahun baru dapat diangkat jadi honorer,” kata Acep.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Walikota LIRA Kota Tangsel Imam Darmaji mengaku bakal mengirimkan surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Tangsel untuk meminta data-data ke 25 orang dimaksud. “Bagaimanapun dugaan adanya pemalsuan SK menjadi sangat kuat apabila ditilik dari lama para honorer K2 itu bekerja. Kami tidak main-main soal ini. Kami akan usut tuntas dan mempidanakan mereka yang diduga memalsukan SK. Mana mungkin, baru bekerja dua tahun tapi sudah dapat lolos PNS dari jalur honorer K2,” katanya.

Data yang didapat beberapa PNS yang lolos dari jalur K2 namum baru bekerja dua tahun itu berasal dari Kelurahan Perigi Baru dua orang, Kelurahan Rawa Buntu satu orang, Kelurahan Buaran satu orang, Kelurahan Lengjkong Gudang Timur satu orang dan Kelurahan Rawa Mekar Jaya satu orang. Termasuk juga PNS dari Kelurahan Serpong, Jurang Mangu Timur, Bambu Apus, Cilenggang, Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, masing-masing satu orang.

Lainnya, bertugas di Setda dua orang, bertugas di Setwan tiga orang, bertugas di DKPP dua orang, BP2T satu orang dan Dishubkominfo Kota Tangsel satu orang. Begitu juga di Kelurahan Pondok Pucung satu orang dan Kelurahan Jombang dua orang, PNS yang lolos dari jalur K2 yang ditengarai melakukan pemalsuan SK. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPP Kota Tangsel Firdaus mengaku seleksi CPNS dari jalur K2 merupakan kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenpan RB. “Syarat administratif, yang menyeleksi Panselnas (Panitia Seleksi Nasional). Untuk daerah, dalam hal ini BKPP, hanya mengajukan,” jelasnya. (iwan)

Beri komentar


Security code
Refresh