Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 241 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 264 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Prioritaskan Atlet 5 Besar Pra PON


SERANG – KONI Banten akan memprioritaskan atlet yang masuk 5 besar pada Pra PON 2015 agar menuju PON XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016. Demikian dikatakan Ketua Umum (Ketum) KONI Banten Rumiah Kartoredjo saat memberikan sambutan di hadapan 98 pelatih cabang olahraga (cabor) yang mengikuti pelatihan pelatih menuju PON XIX yang digelar KONI Banten di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (25/11).“Kami akan prioritaskan atlet yang masuk lima besar di Pra PON nanti akan kami berangkatkan ke PON XIX Jabar 2016.

Pertimbangannya, atlet yang menduduki peringkat tujuh atau delapan sangat sulit untuk bersaing masuk ke posisi tiga besar. Kalau yang lima besar, peluang masuk tiga besar masih cukup besar,” ujar Rumiah.Oleh karena itu, lanjut Rumiah, melalui pelatihan pelatih ini pihaknya berharap besar agar di Pra PON 2015 nanti atlet Banten bisa finis minimal di posisi lima besar. “Kegiatan ini salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelatih agar bisa melatih dengan benar. Pelatih juga diharapkan dapat menyusun dan melaksanakan pelatihan yang benar dan menciptakan atlet berprestasi sehingga mampu mencapai target,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Banten sendiri di PON XIX di Jawa Barat 2016 ditargetkan masuk 10 besar. Untuk mencapai target tersebut, pelatih tidak hanya dituntut menguasai teknik kepelatihan saja, tetapi juga harus mengetahui karakter atletnya. “PON XIX ini kami menargetkan masuk sepuluh besar. Target 10 besar bisa terwujud bilamana pelatih dan atlet akur. Saya tidak ingin mendengar ada pelatih yang berseberangan dengan atletnya. Saya mengkhawatirkan hal ini karena berdasarkan pengalaman. Beberapa cabor kita di PON lalu ada pelatih yang tidak akur dengan atletnya. Akibatnya sangat fatal, yakni atletnya asal-asalan saat bertanding. Saya tidak ingin hal ini terjadi di PON XIX nanti,” tegas mantan Kapolda Banten ini.

Masih di lokasi yang sama, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran (Diktar) KONI Banten Djajuli Khasan mengimbau, peserta pelatihan untuk pro aktif selama kegiatan ini berlangsung. “Kami harap semua peserta aktif menanyakan bagaimana cara menyusun program latihan yang benar, penyusunan pelatihan jelang pertandingan, dan penyusunan strategi pertandingan. Kami mendatangkan pemateri nasional dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Johan Lubis. Selain itu kami juga berharap masing-masing pengprov secara intens melakukan komunikasi dengan Pengurus Pusat (PP)/Pengurus Besar (PB) mengenai jadwal Pra PON. Kalau jadwalnya sudah diketahui, kan pelatih semakin enak menyusun program latihannya,” tutur Djajuli. (harir)