Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


Geram Tiket Lolos Terbuang


BOGOR – Kesempatan emas Cilegon United untuk menggenggam tiket lolos babak 16 besar Liga 2 yang sudah ada di depan mata buyar akibat gol menit akhir yang dicetak Persita.

Pada menit 38, Cilegon United berhasil mencuri gol dari Persita setelah Afriansyah menggetarkan jalaga gawang lawan di Stadion Mini Cibinong. Keunggulan ini gagal dipertahankan, melalui serangan balik, Persita berhasil menyamakan kedudukan setelah Aldi mampu mencetak gol pada menit  95. Dengan hasil seri ini , Cilegon United dan Persita sama-sama mengoleksi 27 poin.

Kedua tim ini membuka peluang lolos babak selanjutnya. Namun mereka harus mewaspadai Perserang yang terus menguntit di posisi ketiga dengan 24 poin dan baru menjalani 12 laga. Dalam laga ini manajemen Cilegon United geram wasit yang dinilai berpihak ke tim lawan. Manajemen melakukan protes sebab waktu injuri time melebihi dari awal 2 menit menjadi hingga 5 menit.

Selain itu, manajemen meminta pertangungjawaban dari komisi disiplin yang memperbolehkan suporter lawan turun dari tribun penonton dan hampir masuk ke lapangan saat menit akhir pertandingan.
CEO CU Yudhi Apriyanto didampingi pelatin Imam Riyadi mengaku kecewa dengan bertambahnya waktu injury time.

Saat awal waktu tambahan hanya 2 menit. Namun saat pertandingan wasit memberikan toleransi hingga 5 menit. “Ini jelas merugikan kami. Kami jelas protes dengan ketidak adilan ini. Wasit juga berpihak kepada lawan,” tegasnya.

Hal lainnya yang membuat timnya kesal yakni saat injuri tim suporter Persita turun didekat gawang Cilegon United. Hal ini tentunya tidak diperbolehkan. “Kami berharap keadilan. Saya harap komisi disiplin mempertimbangkan hal ini. Untuk hasil sendiri kami puas dengan 1 poin. Sayang harusnya kami yang pertama menyegel tiket 16 besar dari grup ini,” tegasnya. (wisnu)

Komentar Terakhir