Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Jelang Popnas XIV 2017 Pelatih Dituntut Cerdas


SERANG – Pelatih yang membesut cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 dituntut memiliki kemampuan intelegent sport yang andal dalam membina anak didiknya.

Kemampuan ini dirasa dapat menciptakan atlet andal yang dapat bersaing mendulang berprestasi. Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi Pelajar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten Djajuli Khasan pada agenda evaluasi terhadap event olahraga Popnas di Hotel Le Dian, Kota Serang, Minggu-Senin (3-4/9).

Sekadar diketahui evaluasi ini sebagai upaya untuk meraih prestasi pada pesta olahraga antar pelajar yang akan dihelat di Semarang, Jawa Tengah, mulai 10-21 September. Djajuli mengatakan, tugas seorang pelatih tak hanya memberikan materi ilmu dasar, melainkan dituntut dapat memiliki intelegent sport yang andal.

“Seorang pelatih tidak hanya fokus memberikan ilmu teknik, taktik, dan fisik saja, tetapi seorang pelatih juga harus jeli, mampu membaca, mengawasi, memotivasi dan mengevaluasi atlet-atletnya baik saat latihan atau saat bertanding. Jangan sampai seorang pelatih salah menempatkan atletnya yang bukan pada kelasnya. Khususnya pada cabor-cabor olahraga perorangan seperti atletik, beladiri, dan renang.

Karena jika sampai salah maka yang rugi bukan hanya atlet tetapi termasuk kontingennya akan terancam kehilangan medali,” kata Djajuli, ditemui usai pembukaan. Oleh karena itu, lanjut dia, ia berharap kemampuan intelegen sport pelatih cabor tak hanya dapat memotivasi atlet tetapi dapat pula mempersembahkan prestasi bagi kontingen Banten.

“Kemampuan intelegen sport pelatih itu sangat penting dan manfaatnya banyak bukan soal urusan teknis saja tetapi non teknis juga seperti bagaimana administrasinya, penginapannya, bagaimana situasi di venue dan termasuk dapat membaca kekuatan dan kekurangan dari atlet lawan,” jelas dia.

Sementara itu, Pelatih Taekwondo Banten Gabriel Rinaldi mengaku timnya telah siap bertanding untuk menggapai prestasi di pesta olahraga pelajar mulitevent terbesar se Indonesia ini. “Insya Allah kami siap tempur lahir batin karena pemantapan strategi permainan dan teknik atlet terus kami matangkan,” ujar Gabriel. (harir)